Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Innalilahi wa innalihai rajiun, kabar duka menyilimuti keluarga besar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), seorang mahasiswa yang juga merupakan kader terbaik IMM Immawan Randi (21), tewas setelah tertembak peluru tajam di bagian dada kanannya saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara, bersama dengan ribuan mahasiswa se-Kota Kendari.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Selatan (Sumsel), Muhammad iqbal mengecam tragedi penembakan tersebut. Ia menilai, aparat kepolisian yang bertanggungjawab terhadap pengamanan aksi demonstrasi tersebut telah lalai hingga menimbulkan korban jiwa.

Ia mengatakan, setiap orang berhak menyampaikan pendapatan di muka umum tentunya di jamin dalam undang-undang, sehingga tindakan brutal pihak kepolisian sangat tidak diperbolehkan. “Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Selatan sangat sesalkan sikap para pihak kepolisian, bila perlu Kapolri segera copot Kapolda Sulawesi Tenggara,” katanya.

Maka dari itu, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Selatan mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam tragedi penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa kader IMM Kendari, Sulawesi Tenggara.

2. Kepolisian harus mengusut hingga tuntas siapa pelaku dibalik tragedi penembakan tersebut.

3. Hukum seberat-beratnya pelaku penembakan.

4.mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda sulawesi tenggara.

“Kami sudah konsolidasi internal dan menginstruksikan kepada seluruh kader IMM se-Sumatera Selatan untuk melaksanakan salat ghaib sekalian mendoakan almarhum. Dan akan turun aksi di polda sumatera selatan sebagai rasa seketiakawanan sesama kader ikatan mahasiswa Muhammadiyah.

Senada, Ketua umm Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengungkapkan bela sungkawa serta kehilangan yang sangat mendalam atas peristiwa tersebut. Menurut Najih, peristiwa ini adalah bukti nyata dari tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan terhadap mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya.

“Kami, IMM se-Indonesia menyatakan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya salah satu kader IMM yang tertembak peluru tajam ketika melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ini adalah kehilangan yang sangat besar bagi kami,” ungkap Najih.

Najih lantas mempertanyakan prosedur pengamanan aksi yang kemudian sampai menodongkan senjata dan terjadi penembakan meregang nyawa. Menurutnya, tidak dibenarkan prosedur pengamanan aksi sampai dengan terjadi penembakan peluru tajam.

“Secara pribadi dan insitusi IMM saya mengecam atas terjadinya peristiwa ini. Bagaimana bisa dibenarkan prosedur pengamanan unjuk rasa dengan memakai senjata lengkap dengan peluru tajam. Ini mau mengamankan aksi, atau mau perang kepada mahasiswa. Pihak kepolisian harus bertanggung jawab mengusut kasus ini sampai tuntas, dan kami kader IMM se-Indonesia akan mengawal penuh kasus ini,” kata Najih.

Atas kasus ini, Najih menuntut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara yang dinilai telah gagal dan lalai dalam memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya. Menurut Najih, penyampaian aspirasi secara lisan dan tertulis dilindungi oleh undang-undang.

“Mahasiswa itu bukan penjahat negara, yang harus ditembaki dengan seenaknya saja. Kami menuntut kepada Kapolri untuk mengusut kasus ini sampai benar-benar terang dan pelaku penembakan Kader Kami (Immawan Randi) dapat tertangkap secepatnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, menyerukan kepada seluruh Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia untuk melakukan konsolidasi di masing-masing basis dan level pimpinan menyerukan aksi solidaritas atas tewasnya Immawan Randi ketika di medan aksi dan melawan segala bentuk represi dari pihak keamanan terhadap mahasiswa.

“Kepada seluruh kader IMM se-Indonesia, mari kita rapatkan barisan dan melakukan konsolidasi di basis dan setiap level kepemimpinan untuk menyerukan aksi atas tewasnya saudara kita Immawan Randi,” tutupnya.

Editor : Anang/Rilis

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here