Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Indonesia (FBI) Sumatera Selatan (Sumsel/ menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Banyuasin, Jumat (14/2/2020).

Kedatangan para buruh tersebut untuk menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka alami. Yaitu perjanjian kerja dengan pihak PT Mardec Musi Lestari (MML).

Koordinator FBI Sumsel Andreas mengatakan, ada beberapa masalah yang dilanggar oleh perusahaan.

Yaitu pola kerja yang tidak sesuai dengan prinsip undang-undang. Antara lain persoalan pengupahan, jam kerja, waktu istirahat dan kontrak kerja.

“Tolong pembayaran pemotongan cuti borongan tahun 2019 segera dibayarkan, stop perusahaan melakukan pemotongan jam kerja lembur, hapuskan pemotongan upah akibat kerusakan mesin, hentikan intimidasi kepada karyawan baik verbal maupun nonverbal,” jelas Andreas.

Andreas juga mengatakan, untuk memperjuangkan hak yang harus mereka terima, mereka juga melakukan mogok kerja hingga masalah ini bisa diselesaikan.

“Kami meminta kepada pihak Kabupaten Banyuasin, terutama Bupati Banyuasin Askolani untuk segera menyelesaikan masalah ini dan memenuhi hak kami,” ucapnya.

Bupati Banyuasin Askolani langsung menemui langsung para pengunjuk rasa.

Dia berjanji akan memanggil langsung pihak perusahaan guna menuntaskan masalah ini.

“Kita akan melakukan rapat pada tanggal 17 Februari 2020, memanggil pihak PT Mardec Musi Lestari untuk membicarakan hal ini dan mencari solusi agar permasalahan ini cepat selesai,” ujarnya.

Bupati Banyuasin menghimbau kepada karyawan, untuk tetap kerja. Meskipun saat ini sedang dalam proses mencari solusi untuk menyelesaiankan permasalahan ini.

Menurutnya, melakukan aksi mogok kerja akan merugikan buruh dan perusahaan itu sendiri. Karena akan berdampak pada pendapatan dan pelunasan honor.

Sementara Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar berterimakasih kepada para buruh, yang telah melakukan aksi unjuk rasa dengan damai.

Dia turut mengimbau kepada para buruh, untuk segera pulang ke rumah dan tidak melakukan aksi lain yang melanggar peraturan.

“Saya minta pengunjuk rasa silakan pulang dengan tertib, pakai helm, jangan kebut-kebutan dan kami akan mengawal perjalanan pulangnya sampai ke tempat tujuan,” ungkapnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here