Reporter : Diah

PALEMBANG, Mattanews.co – Maraknya isu penyebaran Virus Corona di Indonesia terutama di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), membuat para warga Sumsel merasa cemas.

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel memberikan edukasi tentang missinformasi Virus Corona tersebut.

Hal ini diungkapkan dalam diskusi dan sosialisasi yang digelar Kolektif Pimpinan Daerah Relawan Kesehatan (KPD Rekan Indonesia) Kota Palembang, dengan mengangkat tema ‘Siap Antar Jaga Kesehatan Kampung’.

Diskusi tersebut membahas tentang kesehatan dan penyakit yang akhir-akhir ini, marak jadi perbincangan dan pemaparannya serta rentannya komunikasi yang diterima masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ferry Yanuar menghimbau kepada masyarakat Sumsel, agar bisa menjaga kesehatan untuk terhindar dari berbagai penyakit.

“Untuk Corona Virus Desease (COVID 19) sendiri, yang katanya sudah menyebar di Indonesia khususnya di Kota Palembang. Itu Hoaks,” katanya, dalam diskusi yang digelar di Jalan Timor Puncak Sekuning Palembang, Sabtu (29/2/2020).

Dalam seminggu terakhir, diakuinya memang menjadi hal yang luar biasa.

Karena kasus tersebut sejak tanggal 5 Februari 2020, seluruh penerbangan dari China tidak bisa masuk ke Indonesia. Hal ini dilakuka untuk pencegahan masuknya virus ini.

“Khusus Warga Negara Indonesia (WNI) diperbolehkan pulang ke Indonesia, tapi dikarantina selama 14 hari untuk mengetahui masa Inkubasi Virus Covid 19. Jika melewati 14 hari setelahnya, dinyatakan negatif,” ungkap Ferry.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Fauziah mengatakan, apresiasi masyarakat terhadap kesehatan sangat luar biasa.

Beberapa poin pun disampaikannya, terkait penyakit pada umumnya karena tugas dan tanggungjawab dari Dinkes Kota Palembang.

“Sebenarnya sakit itu bukan takdir, penyebab sakit sebenarnya ada 4 poin, yqitu penyakit bawaan yang masih dalam skala kecil sekitar 10 persen, yang besar adalah pengaruh lingkungan karna mencapai 40 persen. Untuk kasus COVID 19 untuk di Palembang sampai saat ini masih dinyatakan nihil,” ujarnya.

Salah satu penyakit berbahaya yang ada di depan mata yaitu Tuberculosis (TBC). Indonesia merupakan peringkat 3 Dunia yang masyarakatnya terjangkit TBC.

“Bagaimana upaya kita agar tercegah dari TBC, cara mencegah dengan cara hidup sehat. Serta menghindari kontak langsung dengan orang yang terindikasi penyakit tersebut,” ucapnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here