Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA, Mattanews.co – Para Pemuka Agama di Indonesia menegaskan kepada masing-masing umat beragama di Indonesia untuk membantu pemerintah meminimalisasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) dan untuk beribadah di rumah masing-masing dalam keadaan darurat sebagai upaya menekan penyebaran pandemi Virus Corona (Covid-19).

Mereka juga sepakat untuk mengimbau masyarakat agar semakin meningkatkan ibadah lebih dari hari biasanya. Seruan itu datang dari Pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha dalam konferensi pers di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiarkan secara live streaming melalu akun resmi YouTube BNPB, Sabtu (28/03/2020).

Sekretaris Umum PGI Jacklevyn F Manuputty menyatakan penanggulangan pandemi covid-19 merupakan tanggung jawab bersama sebagai umat beragama. Ia menegaskan pihaknya telah mengeluarkan imbauan beribadah sesuai dengan protokol kesehatan melawan Covid-19.

“Sejak tanggal 13 maret PGI telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggota untuk menjaga jarak aman, dan beribadah di rumah masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku telah memberikan edukasi social distancing saat beribadah bagi umat Kristen, Jacklevyn F Manuputty menjelaskan Perayaan Paskah, Kamis Putih, Jumat Agung, PGI telah memberikan imbauan juga panduan teknis beribadah di rumah.

Selanjutnya Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh membuka konferensi pers dengan mengingatkan agar umat Islam lebih khusyuk beribadah di rumah.

“Memperbanyak munajat dan juga setiap kali ibadah sholat fardu diselingi doa kepada Allah dan penuh khusyuk, dan juga menambahkan rentang ibadah waktu dengan qunut. Qunut yang dibaca secara khusyuk karena ada wabah,” tambahnya.

Selain itu, imbauan serupa datang dari Sekretaris Persatuan Umat Buddha Indonesia Winarso. Winarso mengaku pihaknya telah memberlakukan larangan untuk beribadah dan perkumpulan diberbagai tempat di Wihara sejak Maret.

Winarso menyatakan dukungan atas imbauan pemerintah tentang social distancing demi menekan persebaran virus corona. Ia menegaskan kepada umat beragama Buddha untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak sejauh dua meter.

“Kita juga rekomendasikan agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tempat ibadah, dapat dilakukan di rumah masing-masing dengan menggunakan teknologi,” terangnya.

Menurut Winarso, ditengah bencana non-alam seperti ini merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan menguatkan ikatan setiap anggota keluarga. Ia juga berpesan kepada umat agamanya untuk mematuhi aturan sesuai dengan ajaran di kitab suci Buddha.

“Kalau kita dari umat Buddha salah satu yang dikatakan di kitab suci, ‘melindungi diri sendiri sama dengan melindungi orang lain, melindungi orang lain sama dengan melindungi diri sendiri’, seperti itu,” tutur Winarso.

Sementara itu, imbauan dari pemuka agama Katolik, disampaikan oleh DRR Caritas Indonesia (KWI) Rudy Raka. Rudy mengingatkan kepada umat Katolik di Indonesia untuk bersolidaritas memerangi pandemi covid-19. Ia menyerukan kepada umat Katolik untuk meningkatkan ibadah masing-masing yang dilakukan di rumah.

“Kita harus semakin tekun dalam doa, di masa puasa ini kita berdoa supaya kita semua lepas dari wabah ini dan menyebut para pimpinan Gereja (Uskup) telah mengeluarkan imbauan beribadah yang terkait dengan upaya pemerintah menanggulangi Covid-19,” kata Rudy Raka

Terakhir, imbauan disampaikan oleh Ketua Bidang Kesehatan dan Pemberdayaan Umat PHDI Pusat Nyoman Suarthanu. Mewakili pemuka agama Hindu, Nyoman menyerukan untuk umat beragama saling mematuhi apa yang telah diupayakan Pemerintah Pusat, khususnya dalam protokol peribadatan.

“Hal penting dilakukan bahwa surat edaran awal Maret untuk menghimbau umat Hindu Indonesia untuk mengajak umatnya melakukan kegiatan-kegiatan menghindari bencana ini,” kata Nyoman.

Nyoman meminta kepada seluruh umat beragama untuk menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan air mengalir, tidak menyentuh area wajah. Ia juga meminta umat Hindhu untuk tidak melakukan ibadah dalam kerumunan.

“Melarang persembahyangan bersama, kemudian melakukan ritual yang penting saja. Melakukan kegiatan perilaku hidup sehat, dalam rangka mencegah secara bersama-sama dan menghimbau kepada umat Hindhu untuk lebih meningkatkan keimanan dengan sembahyang dan meditasi di rumah, serta tetap produktif meski bekerja dari rumah”, jelasnya.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here