Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co  Terdata pada tanggal 27 Maret 2020, di Indonesia penyebaran Virus Corona (Covid – 19) bertambah menjadi 1.046 Positif, 46 Sembuh, dan 87 meninggal dunia.

Merujuk data tersebut serta himbau serta maklumat kapolri guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, segala aktivitas berkumpulnya masyarakat pun dilarang.

Khairul Umam Tokoh Masyarakat Rantau Harapan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) mengatakan, jika masih memaksakan, masyarakat akan kena pidana.

“Berkaitan dengan hal tersebut beberapa aktivitas kegiatan keagamaan dan yang akan menimbukan kerumunan masyarakat yang sudah teragenda kami batalkan,” katanya, Sabtu (28/3/2020).

Aktifitas yang ditunda seperti kegiatan keagamaan Isra Mi’raj, acara resepsi pernikahan ditunda.

Hal ini dilakukan demi mengejawantakan maklumat tersebut, sebagai bentuk kepatuhan terhadap negara.

Dia juga meminta kepada Kapolda Sumsel, memohon ketegasan, kesigapan kapolda beserta jajaran untuk menyetop operasi penambangan pasir sekala besar di sungai desanya. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Dalam sehari semalam ada lebih kurang 20 ponton berkapasitas diperkirakan 200-300 kubik/ponton melakukan penambangan di desa kami,” kata dia.

Satu ponton diperkirakan 5 orang pekerja. Jia dikalikan 20 ponton, ada 100 orang pekerja yang hilir mudik masuk dan keluar desa.

Menurutnya, ratusan orang ini tidak jelas datang dari Palembang atau dari mana masuk ke desa.

Hal ini yang membuat kekhawatiran masyarakat desa, yang takutnya dapat terpapar virus corona.

“Atas nama keselamatan dan nama negara mendukung penuh maklumat kapolri melarang aktivis berkumpul tanpa terkecuali termasuk penambangan pasir di desa kami tegas,” ucapnya.

Editor :Nefri

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here