Reporter : Nopri

BANGKA BELITUNG, Mattanews.co – Himbauan dalam bentuk spanduk yang dibuat oleh pengelola pelabuhan, baik itu pelabuhan Tanjung Kalian Mentok yang dikelola oleh ASDP, maupun pelabuhan Tanjung Api-api Banyuasin yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), berisi penghentian sementara pengangkutan penumpang.

Spanduk yang dipasang pada hari Minggu (29/3/2020) ini, ternyata belum diindahkan oleh pemilik usaha transportasi perairan di Pelabuhan TAA Banyuasin.

Seperti pada hari Minggu, masih ada penumpang yang diangkut oleh kapal Fery dari Pelabuhan TAA menuju Mentok Bangka Belitung.

General Manager PT ASDP Tanjung Kalian, Rudy Hanafiah mengatakan, saat ini pemberlakuan tersebut belum maksimal.

Karena masih banyak penumpang yang belum mengetahui hal ini, dan dirinya pun melihat masih banyak penumpang yang ikut (naik) dari pelabuhan TAA.

Menurut Rudy, saat ini pihaknya telah melakukan pembatasan atau pengurngan keberangkatan kapal. Dari awalnya 7 trip, kini hanya menjadi 5 trip per hari.

“Mulai besok baru akan kita berlakukan, jadi besok yang bisa bepergian hanya orang benar-bener memiliki keperluan penting, terutama urusan dinas, seperti TNI-POLRI dan tenaga medis, selebihnya akan kita suruh pulang,” ujar Rudy.

Dedek, aktivis asal Bangka Belitung pun menyikapi masih adanya pengangkutan penumpang oleh kapal fery dari pelabuhan TAA menuju Mentok ini.

Dedek berharap agar pembuat aturan harus tegas dan bisa melaksanakan dengan sepenuh hati.

“Harus ada tindakan tegas. Kalau sudah bikin aturan ya mesti dilaksanakan sepenuh hati. Jangan sebentar gini sebentar gitu. Ada yang mesti masuk dalam skala prioritas, jangan malah sebentar-sebentar bikin gejolak di masyarakat,” ucap Dedek.

Menurut Dedek, ketegasan diperlukan agar pemerintah tidak dibikin malu oleh masyarakat.

“Jangan sampai pemerintah sendiri yang dibikin malu masyarakat, sebab sebagian msyarakat telah dengan penuh kesadaran mulai memberhentikan kegiatan harian mereka, termasuk kegiatan ekonomi mereka sesuai dengan anjuran pemerintah. Tapi kok malah pemerintah sendiri yang melanggar aturan yang mereka¬† bikin,” ucapnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here