Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA,Mattanews.co – Kepolisian Negara Republik Indonesia selama wabah Virus Corona (Covid-19) merebak di indonesia menangani sebanyak 18 kasus penimbunan masker dan hand sanitizer.

Dua barang tersebut hingga kini masih menjadi barang yang sulit ditemukan oleh masyarakat seluruh indonesia. Kalau pun itu tersedia, harganya sudah sangat melambung tinggi di pasaran.

“Polri sudah melakukan penanganan terhadap masker dan hand sanitizer dari pada pelaku yang menaiki harga yang tidak sesuai harga pasar dan kemungkinan juga ada penimbunan.

Sudah ada 18 kasus yang sudah kita tangani oleh Mabes Polri dan Jajaran Polda,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (01/04/2020).

Polri pun masih melakukan penyelidikan terhadap 18 kasus tersebut. Adapun kasus-kasus penimbunan masker dan hand sanitizer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut daftar kasus penimbunan masker dan hand sanitizer yang ditangani Polri :

  1. Polda Metro Jaya 6 kasus
  2. Polda Sulawesi Selatan 2 kasus
  3. Polda Jawa Timur 4 kasus
  4. Polda Jawa Barat 3 kasus
  5. Polda Kepri 2 kasus
  6. Polda Jawa Tengah 1 kasus

Namun tak hanya menindaklanjuti soal penimbunan masker dan hand sanitizer, Polri turut mengawasi sektor sembako atau bahan pangan melalui operasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan tujuannya, untuk memastikan tidak ada oknum-oknum nakal yang mencari keuntungan dengan menimbun sembako ditengah merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19).

“Polri tetap mengawal perekonomian yang apa disampaikan Bapak Presiden, kita jalankan dan tetap mengawal dan mengawasi bahan kebutuhan pokok atau sembako yang beredar dipasaran, kemudian juga jangan sampai ada penimbunan yang dilakukan oleh orang oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara dilain waktu, Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkapkan pihaknya telah menetapkan status tersangka terhadap 51 pelaku penyebaran berita bohong (hoax) terkait virus Corona (COVID-19). Idham menyebut Polri juga telah memblokir 38 akun media sosial.

“Cyber Bareskrim Polri menegakkan hukum terhadap pelaku kejahatan cyber yang memanfaatkan isu Virus Corona (COVID-19). Sampai dengan hari ini sudah 51 kasus dan 51 tersangka,” kata Idham dalam rapat dengan Komisi III DPR RI secara virtual yang disiarkan di Facebook DPR, Selasa (31/03/2020) kemarin.

Editor : Poppy Setiawan

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here