Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co –  Wabah Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga menimbulkan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.

Bupati Askolani dan Wakil Bupati (Wabup) Slamet tidak ingin rakyatnya susah, akibat dampak mewabahnya virus mematikan ini.

Maka untuk penanganan dampak tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin telah melakukan penyisiran anggaran dan telah terkumpul sebesar Rp512 miliar.

Selain untuk penyemprotan disinfektan, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Dana tersebut juga untuk pembelian 300.000 lembar masker, untuk dibagikan gratis kepada seluruh masyarakat Banyuasin.

Juga untuk kebutuhan pokok seperti beras dan kebutuhan lainnya kepada 91.000 rumah tangga yang tersebar di 288 desa, 17 Kelurahan dalam 21 Kecamatan.

Dan rencananya bantuan bahan makanan pokok ini akan dibagikan satu minggu menjelang bulan suci ramadhan 1441 H.

“Sebanyak 91.000 rumah tangga yang akan mendapat bantuan ini adalah mereka yang tidak masuk dalam program PKH. Yang penerima manfaatnya berjumlah 28.113 keluarga. Karena peserta KPH sudah mendapat secara reguler dari Pemerintah Pusat,” ujarnya, Jumat (10/4/2020).

Untuk mengantisipasi kemungkinan masih ada warga yang tidak terdata, pihaknya menyiapkan cadangan sebanyak 20 persen atau sekitar 18.000 rumah tangga.

Jadi total rumah tangga yang akan ditanggung Pemkab Banyuasin berjumlah 108.000 rumah tangga yang terdampak virus covid-19.

“Pembagian kebutuhan pokok ini rencananya satu minggu menjelang puasa ramadhan. Pendistribusianya akan dikoordinir oleh camat se Banyuasin,” ujarnya.

Bupati minta camat, kades dan lurah benar-benar melakukan pendataan, jangan sampai masih ada warga yang berhak justru tidak dapat bantuan bahan pokok ini.

Dana sebesar Rp512 miliar tersebut, berasal dari anggaran pembangunan fisik yang dihentikan.

Terutama yang belum kontrak, dana perjalanan dinas, dana pemeliharaan kantor dan mobil dinas, dana fokir dewan dan dana lainnya.

“Pada penyisiran pertama, kita mendapat Rp48 miliar, kemudian penyisiran anggaran berikutnya kita dapat Rp92 miliar, dana PHK Rp84 miliar, dana BSP Rp90 milar dan Dana Desa Rp90 miliar dari penyisiran 30 persen,” katanya.

Menurutnya, semua anggaran sesuai dengan petunjukan pusat semuanya di konsentrasikan untuk penanganan Covid-19. Serta dampak Covid -19 bagi masyarakat termasuk membeli kebutuhan pangan masyarakat.

Dana tersebut dicadangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 4 bulan April-Juli 2020.

Namun jika wabah ini sudah redah tidak berdampak lagi. Maka dana yang disiapkan akan dikembalikan kepada kas daerah.

“Semua dana difokuskan untuk penangangan wabah covid ini. Proyek fisik seperti jalan, jembatan dan lainnya yang belum kontrak, itu dihentikan semua. Kecuali yang sudah dikerjakan itu tetap jalan. Jadi kalau jalan yang tadinya mau dibangun tetapi ditunda kiranya dapat dimaklumi,” ungkapnya.

Semua ini dilakukan, lanjut Bupati Askolani, karena pihaknya ingin semua masyarakat Kabupaten Banyuasin selamat dan dan Banyuasin sendiri zero korban virus covid-19.

“Saya bersama jajaran Pemkab Banyuasin, TNI dan Polri tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah, jaga jarak, pakai masker bahkan lebih baik berdiam di rumah jika tidak terlalu penting. Ini demi Banyuasin demi kita semua,” katanya.

Pemkab Banyuasin menyiapkan 300.000 lembar masker, yang akan dibagikan keseluruh masyarakat Banyuasin.

Dimana pembuatannya melibatkan para peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja Disnakertran dan puluhan KUBE di Kecamatan Tanjung Lago.

Dalam dua hari ini, Bupati Askolani terjun langsung memimpin pembagian masker kepada masyarakat. Dimulai dari Kecamatan Betung, Suaktapeh dan Kecamatan Banyuasin III.

Pembagian sendiri melibatkan Pihak Kecamatan, PMI, Puskesmas hingga organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna.

“Ada tiga faktor yang membuat Banyuasin rentan terpapar virus covid 19 yakni berbatasan dengan Kota Palembang, berada di jalur lintas sumatera dan banyak warga Banyuasin yang sekolah, kuliah dan bekerja di luar,” katanya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here