Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA, Mattanews.co– Polres Metro Jakarta Utara razia sejumlah kafe yang nekat operasi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (20/5/2020), Hasilnya sejumlah kafe ketahuan menyediakan jasa prostitusi terselebung di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besat (PSBB) dan bulan Ramadhan 1441 Hijriah.

Praktek prostitusi berkedok kafe dangdut di Gang Royal kawasan Rawa Bebek, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Beroperasi saat bulan puasa dan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) , tempat hiburan tersebut juga menawarkan layanan prostitusi dengan wanita para Pekerja Seks Komersil (PSK) di bawah umur.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pengungkapan berawal dari adanya informasi warga ke hotline Tim Tiger terkait pelanggaran PSBB terhadap 5 kafe dangdut di Gang Royal, Penjaringan.

“Dari 5 kafe dangdut tersebut, kami mengamankan 51 orang. Dan dari 51 orang tersebut, 2 di antaranya adalah perempuan anak di bawah umur,” jelas Kombes Pol Budhi di dampingi Kasat Reskrim, Kompol Wirdhanto.

Kemudian, hasil pendalaman terhadap perkara tersebut, sambung Budhi, 4 orang yakni R, UP, AJ dan MR  ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana perdagangan orang serta Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Adapun peran R dan UP sebagai penyewa kamar, bukan pemilik tapi dia yang menyewakan tempat dan dapat bayaran Rp25 ribu setiap kamar digunakan. Kemudian tersangka AJ dan MR merupakan orang yang berhubungan badan dan calo,” jelasnya.

Kombes Pol Budhi menambahkan, untuk layanan prostitusi tersebut pelaku memasang tarif sekali kencan Rp150 ribu . “Namun dari tarif tersebut, anak-anak perempuan ini harus membayar Rp25 ribu untuk kamar dan Rp15 ribu untuk bayar kopi pria hidung belang,” paparnya.

Mereka dijerat Pasal 76 jo 83 UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 2 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

“Terhadap mereka ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ungkap Budhi.

Editor : Poppy Setiawan

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here