Bupati Banyuasin Kunjungi Korban Kecelakaan Tagboat

0
73

Reporter : Reza Fajri

PANGKALAN BALAI, Mattanews.co – Dengan adanya kecelakaan tunggal tagboat beberapa hari lalu, membuat Bupati Banyuasin, Askolani Jasi melakukan beberapa evaluasi, terutama dalam angkutan transportasi sungai yang tidak layak berjalan dikarenakan membahayakan nyawa penumpang, Rabu (20/03/2019).

“Ya, kita akan usulkan beberapa rancangan kapal transportasi sungai berukuran 35 Gross Tonnage di Sumatera Selatan yang harus dibenahi. Tak hanya itu, peraturan pun akan dirancang segera, agar cepat terealisasi,” papar Bupati Banyuasin, Askolani Jasi saat diwawancarai awak media, saat mengunjungi ahli waris korban kecelakaan laut di Desa Karang Sari, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin beberapa waktu lalu.

Berkaca dari kecelakaan kapal cepat “Awet Muda” di Desa Upang Jaya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, hingga menyebabkan korban jiwa, hingga mencapai tujuh orang meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka-luka, hendaknya para pemilik kapal mengubah spesifikasi kapalnya, dimulai dari jendela, tempat duduk hingga pintu keluar masuk. Memperhatikan keselamatan penumpang dan pengemudi kapal.

“Semua butuh perhitungan. Dari kapasitas angkutan, keselamatan dan kondisi harus dipikirkan. Oleh karena itu, kedepan kami akan membuat peraturan Bupati. Kami juga akan berkordinasi dengan pemprov agar dapat diterapkan secara keseluruhan,” tambah Askolani serius.

Direktur Polisi Air Polda Sumsel Komisaris Besar Imam Thabroni, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan semua pibak untuk membuat prototipe kapal yang aman dan mengedepankan keselamatan, hanya saja belum terealisasi.

Menurutnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan instansi perlu turun tangan untuk menyelidiki kasus kecelakaan kapal cepat di Sumsel lantaran kejadian ini selalu berulang.

“Kejadian seperti ini selalu saja terulang, tahun kemarin juga. Dari itu, perlu dilakukan langkah pencegahan. Dimulai dengan memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar, memeriksa kesiapan pengemudi. Bila perlu tes urine, apakah pengemudi bebas dari narkoba atau tidak,” ungkap Direktur Polisi Air Polda Sumsel Komisaris Besar Imam Thabroni.

Kunjungan yang juga di hadiri Direktur Polisi Air Polda Sumsel, Komisaris Besar Imam Thabroni dan Kepala Jasa Raharja Cabang Palembang Jhon Veredy Panjaitan, nampak terlarut dalam suasana duka. Pihak jasa raharja pun ikut berpartisipasi memberikan bantuan berupa santunan sebesar Rp 50 juta, untuk ahli waris korban meninggal dunia dan bantuan perawatan sebesar maksimal Rp 20 juta, untuk korban luka.

Editor : Selfy

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY