Ratusan PNS Ucapkan Sumpah, Bupati Askolani Ingatkan Sanksi Pungli

0
65

 

Reporter : Nasir

Banyuasin, Mattanews.co – Sebanyak 959 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdiri Guru, Kesehatan dan teknis dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) mengucapkan sumpah dan janji.

Kegiatan ini dipimpin langsung olehBupati Banyuasin Askolani, di Gedung Graha Sedulang Setudung, Kamis (26/12/2019) pagi.

Kepala BKPSDM Hazairin Zaini melalui Sekretaris Abdul Munif menyampaikan, sumpah dan janji ini wajib diucapkan calon PNS yang diangkat menjadi PNS.

Namun karena sesuatu dan lain hal pengucapan sumpah dan janji ini belum dapat dilaksanakan pada waktu-waktu yang lalu.

“Ini realisasi PP 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS serta wujud nyata dari kita untuk meningkat SDM yang bertanggungjawab,” katanya, saat ditulis Jumat (27/12/2019).

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan ini komitmen dirinya bersama Wakil Bupati (Wabup) Slamet, untuk menuntaskan PNS yang belum ucapkan sumpah dan janji. Apalagi ini penting untuk mengurusi administratif pensiun.

Ada 4.000 orang PNS yang belum diambil sumpah dan janji. Dia pun meminta maaf, atas keterlambatan waktu karena yang ikut hari ini sudah ada yang mau pensiun.

“Karena ini amanat kami, maka sebelum pensiun harus dilantik,” ujarnya.

Ia berpesan kepada guru karena berhasil dan tidak pembangunan di Kabupaten Banyuasin tergantung dengan guru, apalagi selaras dengan program Presiden yakni SDM Unggul.

Askolani menyebut akan bertekad menjadikan anak-anak dengan SDM yang unggul. Sesuai dengan program Banyuasin Cerdas, sudah maksimal meningkatkan kesejahteraan guru.

Selain itu, suami Fitri ini juga akan merubah management guru caranya melakukan penyebaran guru di Banyuasin secara adil.

“Tahun 2020 ada kebijakan guru yang belum ke perairan nanti keperairan. Yang sudah capek ke Perairan kita pindahkan kedarat. Tapi bagi yang berumur tua tetap ada prioritas. Yang perairan akan ditambahkan pendapatan. Sebab ini konsekuensi dari kebijakan,” ucapnya.

Orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini menghimbau, agar para kepala sekolah tidak melakukan pungutan liar (Pungli).

Pada tahun 2020 stop pungli apabila ada pungli pihaknya akan mengambil tindakan.

Ada 2 kepala sekolah yang dimutasi karena terbukti melakukan pungutan liar (pungli).

“Kami sama-sama sungguh mengabdi untuk negeri ini, kita ikhlaskan jiwa dan raga ini untuk masyarakat,” tegasnya.

“Pengorbanan kita akan dibalas, apabila kita berbuat baik, kita dapat rasakan dan apabila berbuat jahat akan di balas itu sudah pasti,”katanya.

Ia siap meluangkan waktu untuk konsultasi kepala sekolah apabila ada masalah pengunaan anggaran untuk kemajuan pendidikan di Banyuasin.

“Laporkan kepada kami, bisa koordinasi dengan Irkab, Kejari dan Polres juga jangan takut didatangi LSM dan apapun itu, kalau benar,” katanya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY