15 Ribu Masyarakat Yang Menggunakan Jargas

0
124

Reporter:Yulie Afriyani

PALEMBANG, Mattanews. Co- Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menggelar Goes to Campus di Gedung Pasacasarjana Unsri Palembang, Sabtu (6/4).

Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas M.Fanshurullah Asa mengatakan, Meski baru pertama kali diadakan di Indonesia, pihaknya sengaja menunjuk kota Palembang menjadi rumah dengan melibatkan 10 kampus dan organisasi kepemudaan.

“Kami mensosialisasikan kepada kalangan mahasiswa juga mensosialisasikan sampai disektor kementrian ESDM,Walaupun BPH migas langsung dibawah Presiden tapi harus tetap berkoordinasi dengan Kementrian ESDM,” katanya.

Lanjut Fanshurullah ,di Indonesia, Provinsi Sumsel merupakan jumlah gas terbanyak, seperti kota Parabumulih ada 86 ribu masyarakat yang 80 persennya sudah memakai Jargas, begitu juga kota Palembang ada 15 ribu masyarakat yang telah menggunakan Jargas.

“Sesuai janji menteri ESDM saat meresmikan Jargas di kota Ptabumulih, jika tahun 2019 bisa dapat 1 juta sambungan Jargas kerumah warga, maka 200 ribunya akan dikasihkan ke Sumsel agar Sumsel lebih banyak lagi harganya,” lanjutnya.

Kemudian Fanshurullah menjelaskan,untuk penetapan satu harganya tetap BPH Migas meski harga lebih murah dari gas elpiji, Jadi untuk badan usaha yang menetapkan harga sepihak yang tidak menguntungkan masyarakat maka bisa diindikasikan korupsi.

“BPH migas yang mengawasi dan menetapkan harga gas dan BBM itu bukan perusahaan BUMD,lokasi BBM satu harga di Indonesia ada 133 titik lokasi yang dibangun,”jelasnya.

Sementara ungkap Fanshurullah,di Sumsel tinggal 37 lagi akan dibangun, di Kabupaten Sekayu dan Muratara yang akan dibangun.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbicara dengan Walikota Palembang
insaallah akhir bulan April 2019 ini harga Jargas akan kita umumkan,” tutupnya.

Editor :Bang YF

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY