Hukuman Penjara 20 Tahun Menanti Warga Blitar yang Cabuli Anak Kandungnya

0
32
PR ditangkap karena memiliki narkoba jenis pil dobel L dan pemerkosaan terhadap anak kandungnya (Robby / Mattanews.co)

Reporter : Robby

Blitar, Mattanews.co – Kasus pencabulan yang dilakukan PR (40), warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar terhadap anak kandungnya sendiri AG (14) masih diproses di Polres Blitar.

PR sudah melakukan perbuatan asusila terhadap anak kandungnya tersebut, selama dua tahun. Tepatnya sejak AG kelas VI Sekolah Dasar (SD) hingga kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain mencabuli anak kandungnya sendiri, PR ditangkap Unit Reskrim Polsek Ponggok karena diduga sebagai pengedar Pil Dobel L.

Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard Sinambela, PR ditahan karena kasus dugaan sebagai pengedar narkoba jenis pil dobel L.

“Saat ditangkap, anak kandungnya lalu melapor bahwa sudah lama menjadi korban pencabulan bapak kandungnya,” ungkapnya, Rabu (4/12/2019).

Dari penangkapan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 267 butir pil dobel L dan alat kontrasepsi bekas pakai. Alat kontrasepsi ini diduga digunakan pelaku saat menyetubuhi anak kandungnya sendiri.

Pelaku juga sering melakukan kekerasan terhadap putri tunggalnya ini, jika korban enggan melayani nafsu birahinya.

Polisi menjerat PR dengan pasal berlapis yakni, Undang-undang perlindungan anak dan undang-undang kesehatan. Bahkan akibat perbuatanya pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

PR mengaku khilaf karena telah merenggut kesucian putrinya. Selama dua tahun lebih, ia kerap mengajak putrinya melihat film dewasa.

“Anak saya kadang menolak, saya khilaf,” ujar pelaku.

PR diketahui sudah lima tahun bercerai dengan istrinya. Selama ini, dia hanya tinggal berdua dengan anak kandungnya di di Kecamatan Ponggok. Mantan istrinya bahkan sudah menikah kembali dan memiliki seorang anak dari pernikahan keduanya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY