Pemkab-Forkompindah Lahat Bahas Isu Teror Harimau

0
58

Reporter : Agustoni

Lahat,Mattanews.co – Isu teror Harimau Sumatera yang melanda Kabupaten Lahat Sumatera Selatan (Sumsel) langsung disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab)-Forkompindah Lahat Sumsel.

Pada hari Selasa (17/12/2019), Pemkab Lahat, Forkomindah bersama
BKSDA Symsel Raswandi, Kapten Inf.Narko dari TNI, AKP Zulfikar Polres Lahat dan Porkompinda Lahat membahas adanya hewan buas Harimau yang masif diberitakan media massa.

Dari hasil pertemuan Wakil Bupati (Wabug) Lahat Hariyanto tetap mengingatkan ke seluruh masyarakat untuk tetap beraktifitas seperti biasa.

Namun masih harus tetap waspada dengan lingkungannya, sebab adanya berita kemunculan hewan buas seperti Harimau ini, bisa saja diisukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kita himbau kepada masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa, sebab informasi-informasi di nedia bahwa di daerah Kecamatan Pagun dan Pulau Pinang, beberapa warga melihat bekas telapak kaki dan kotoran Harimau,” ujarnya, Rabu (18/12/2019).

Berdasarkan hasil penelitian dari Tim BKSDA Provinsi Sumsel, ternyata bukan bekas telapak dan kotoran Harimau, sebab dari ciri-cirinya jelas sangat berbeda.

Dengan adanya isu kemunculan Harimau Sumatera di perkebunan masyarakat, dia meminta media massa tidak membesar-besarkan berita yang belum tentu kebenaranya. Sehingga masyarakat menjadi ketakutan untuk berkebun dan pergi ladangnya.

“Kami dari Pemkab Lahat akan menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak takut lagi berkebun, sebab berita tentang ditemukanya bekas telapak dan kotoran Harimau ternyata Hoaks,” katanya.

Menurutnya, kotoran hewan tersebut adalah dari binatang lain, bukan jejak Harimau.

Sementara itu, pihak BKSDA Sumsel, Kepolisian dan TNI dan pihak terkait sepakat akan membentuk Satgas khusus untuk memantau perkembangan aktivitas binatang buas ini.

Seeta akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada dalam melakukan aktifitas diperkebunan sehingga nantinya tidak akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY