Banjir Bandang di Labura Karena Hutan Rusak, Ini Kata Fahri Lubis

0
100

Reporter: Tyson

LABURA, Mattanews.co – Fungsi hutan secara umum sebagai paru-paru dunia, sumber ekonomi, habitat flora dan fauna, pengendali bencana, tempat penyimpanan air, dan untuk mengurangi polusi dan pencemaran udara.

Pentingnya peranan hutan bagi kehidupan yang ada di dalamnya, maka sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan hutan.

Hutan merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara positif. Manfaat langsung yang diperoleh dari hutan adalah kayu serta hasil hutan lainnya sedangkan manfaat tidak langsung yang diperoleh dari hutan adalah pengaturan tata air, rekreasi, pendidikan, kenyamanan lingkungan, udara yang bersih, mencegah terjadinya banjir dan lain-lain.

Jangan lupa bahwa Tuhan menciptakan hutan dan alam yang indah ini, semata-mata untuk kepentingan umat manusia yang ada di muka bumi.

Semua diciptakan Tuhan demi kelangsungan masa depan anak cucu kita. Tapi, kenyataannya hutan dan alam yang ada, termasuk di Provinsi Sumatera Utara dan khususnya di Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) sudah mulai rusak oleh ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan membabat hutan mengambil kayu untuk bisa memenuhi kebutuhan jasmani.

Akibatnya, fungsi hutan yang seharusnya menyerap air, kini terus berkurang karena hutan telah dibabat. Hutan dan alam pun marah. Apalagi Tuhan yang menciptakannya.

Bencana alam tanah longsor dan banjirpun mulai mengancam keselamatan jiwa manusia. Di beberapa daerah di Tanah Air dilanda banjir dan longsor.

Termasuk di Kabupaten Labura, Provinsi Sumatera Utara pada 29 Desember 2019 diterjang bencana alam banjir bandang yang mengakibatkan banyak warga kehilangan rumah dan harta benda.

Banjir bandang menerjang Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara mengakibatkan sejumlah rumah hanyut dan jembatan antar dusun terputus total. Selain itu, lima (5) orang warga juga dilaporkan hilang.

Dampak dari bencana alam yang terjadi menjelang Akhir Tahun, telah memaksa ratusan warga di tiga desa di Desa Pematang, Desa Hatapang, Desa Batu Tunggal Kecamatan Na IX-X.

Padahal, saat Natal Dan Menjelang Tahun Baru 2020 seharusnya disambut sukacita oleh umat Nasrani

Fahri Lubis, Pemerhati lingkungan hidup nasional mitra kerja ibu siti nurbaya bakar menteri lingkungan hidup dan kehutanan RI mengatakan melihat dari limbah-limbah kayu yang dibawa banjir, diduga kuat bahwa bencana alam banjir bandang yang baru saja menerjang sejumlah desa di Kabupaten Labura pada (29/12/2019) dini hari bukan semata-mata karena curah hujan yang tinggi, tetapi hutan di hulu sudah rusak sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah dan semua pihak terakit yang ada di daerah itu.

Potongan-potongan berbagai jenis kayu yang dibawa banjir dan kini banyak berserakan di beberapa permukiman warga, terutama di Desa Hatapang, Kecamatan Na IX-X membuktikan bahwa telah terjadi perambahan dan pembabatan hutan

“Tidak bisa dipungkiri lagi. Dari mana datangnya potongan-potongan kayu itu kalau bukan dari hutan yang sudah dirusak?,” kata dia.

Menurut dia, banjir bandang yang terjadi dan telah menyengsarakan orang banyak di Kabupaten Labura, perlu ditanggapi serius oleh semua pihak.

Bukan hanya pemerintah, tetapi semua, terutama masyarakat agar segera menghentikan penebangan/pembabatan hutan untuk kepentingan apapun juga.

Belajarlah dari bencana alam yang telah terjadi. Bahwa apa yang dilakukan selama ini membuka hutan baik untuk kepentingan lahan kebun ataupun hanya untuk mengambil kayu untuk memenuhi kebutuhan perut adalah hal yang perlu segera dihentikan.

Jangan hanya karena desakan ekonomi, membuat banyak orang menderita, sengsara dan harus kehilangan nyawa dan harta benda serta mata pencaharian karena bencana alam banjir dan tanah longsor.

Pemerintah harus tegas menindak para pelaku pembalakan ilegal, sebab jika terus dibiarkan berlangsung, maka bencana alam dipastikan kan terjadi setiap saat.

Para pelaku harus ditangkap dan diproses hukum. Yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor: APP

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY