Pasar Kanigoro tak Layak Ditempati

0
74

Reporter: Robby

BLITAR, Mattanews.co – Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Kanigoro,  yang akan diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, Selasa (31/12/2019).

Sidak ini terkait adanya laporan beberapa pedagang yang menilai bangunan di Pasar Kanigoro tidak layak untuk ditempati.

“Kita melihat, los untuk berdagang pakaian ini cocoknya untuk berdagang daging. Ini karena konsep los yang diperuntukkan pedagang pakaian sama dengan untuk los pedagang lainya,” ungkap Ketua Komisi II, Idris Marbawi pada awak usai sidak di Pasar Kanigoro, Senin (30/12/2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil sidak kali ini, Komisi II DPRD Kabupaten Blitar menilai kesiapan pemerintah untuk menyediakan tempat yang layak bagi pedagang belum maksimal. Menurutnya, perencanaan awal untuk pembagian los di Pasar Kanigoro ini sudah salah. Sebagai contohnya, 16 dari 34 pedagang kain ini yang akan menempati Pasar Kanigoro mendapatkan los yang sama dengan penjual daging.

“Ini menurut saya sangat tidak layak, sehingga menurut saya los untuk dagang kain ini cocoknya untuk dagang daging,” ujarnya.

Untuk itu, sebelum diresmikan, ia meminta ada penataan ulang bagi para pedagang, agar para pedagang mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan. Apalagi, ada beberapa pedagang yang memiliki daftar beberapa los untuk berjualan, nanum tempatnya tidak berdekatan.

“Kita berharap mantri pasar untuk menata ulang khusus ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagagan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Taviv Wiono menanggapi hasil sidak Komisi II ini akan menfasilitasi pedagang kain yang akan menempati Pasar Kanigoro.

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan para pedagang, khusunya pedagang kain untuk mencari penyelesaian, baik jangka pendek dan jangka panjang.

“Salah satu penyelesaian jangka Panjang yakni apabila kita sudah memenuhi syarat untuk kita bongkar, akan kota bongkardan disesuaikan dengan pedagang agar lebih nyaman,” kata Tavif.

Terkait adanya atap yang bocor, pihaknya menyerahkan ke rekanan yang membangun gedung pasar.

“Sebab gedung ini masih dalam tahap pemeliharaan rekanan, sehingga rekanan memiliki kewajiban untuk memperbaiki,” pungkasnya.

Editor: APP

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY