14 Perwakilan Perempuan Lolos Seleksi Panwascam Bawaslu Blitar

0
51

Reporter : Robby

Blitar, Mattanews.com – Bawaslu Kabupaten Blitar telah mengumumkan 66 nama panitia pengawas pemilihan kecamatan (Panwascam) terpilih.

Dari 66 nama, ada 14 perempuan yang terpilih menjadi panwascam pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blitar 2020.

Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Bawaslu Kabupaten Blitar yang juga Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Panwascam Nur Ida Fitria mengatakan, mereka berupaya memenuhi kuota 30 persen perempuan menjadi pengawas.

Namun kuota ini tidak dapat terpenuhi. Meskipun demikian, jumlah keterwakilan perempuan yang terpilih ini, lebih banyak dibandingkan dengan pengawas pada periode 2017 dan Pemilu 2019.

“Kami hanya memenuhi 21 persen. Jumlahnya lebih banyak, dulu hanya ada 6 pengawas perempuan. Sekarang ada 14 perempuan,” ujarnya, Jumat (20/12/2019).

Selain itu, ada dua kecamatan yang didominasi perempuan. Yakni di Kecamatan Selopuro dan Wonodadi.

“Kami berharap dengan keterlibatan perempuan menjadi pengawas, bisa menjadi amunisi Bawaslu dalam memerangi politik uang. Karena peranan perempuan tidak bisa disepelekan,” katanya.

Sementara itu, 66 Panwascam terpilih wajib melengkapi syarat sebelum pelantikan pada Senin, 23 Desember 2019.

Yakni surat bebas narkoba dan surat kesehatan rohani yang diperoleh dari rumah sakit daerah atau puskesmas.

“Jika ada Panwascam terpilih tidak melengkapi syarat tersebut, maka dinyatakan gugur dan akan digantikan oleh rangking di bawahnya. Sebab dua syarat tersebut termasuk dalam syarat utama,” ujarnya.

Ida menyatakan, hasil seleksi untuk menentukan Panwascam terpilih dilihat dari akumulasi penilaian.

Mulai dari tes tertulis, tes wawancara hingga adanya tanggapan dan masukan masyarakat. Baik masukan yang mendukung maupun masukan yang bermasalah.

Untuk tes tertulis, bobotnya mencapai 30 persen dan tes wawancara 70 persen.

“Jadi, belum tentu yang hasil tes tertulisnya tinggi itu lolos. Karena akan dilihat juga dari hasil tes wawancara mulai dari penguasaan materi, rekam jejak, integritas, komitmen, motivasi, kemampuan komunikasi hingga kerja sama. Jangan lupa, masukan masyarakat yang kami klarifikasikan dalam wawancara juga mempengaruhi nilai,” ucapnya.

Bawaslu juga memiliki seluruh dokumen terkait hasil tes karena akan dipertanggung jawabkan.

“Dokumen kami semuanya lengkap. Jika masyarakat atau peserta ingin tahu, semua ada lengkap. Masyarakat tidak usah khawatir karena kami semua punya dokumen riwayat seleksi ini dan akan dipertanggung jawabkan,” katanya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY