Besok, Aksi Damai Akan Digelar di Fakfak

0
1257

Reporter : Mokhsen

PAPUA, Mattanews.co – Menyikapi persoalan saat ini yang terjadi di luar Papua dan Papua barat, yang lakukan oleh sepihak dalam mengintimidasi mahasiswa Papua. Besok Selasa 20 Agustus 2019, akan di gelar aksi damai dalam menanggapi tindakan yang diskriminatif terhadap mahasiswa Papua yang ada di luar.

Kordinator umum aksi damai, Amin Jabir Suary yang berhasil di konfirmasi lewat telepon selulernya menyampaikan bahwa, tujuan aksi damai besok 20 Agustus 2019 merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap mahasiswa Papua yang saat ini sedang menimbah ilmu di luar papua.

“Kurang lebih sekitar 200 orang para aksi damai yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas), Organisasi kepemudaan (OKP) dan juga Parlemen jalanan (PARJAL) yang ikut dalam aksi,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya sebagai anak Papua khususnya Fakfak merasa terpanggil untuk menyuarakan atas tindakan diskriminatif yang di lakukan terhadap mahasiswa Papua yang sedang menimba ilmu di luar, agar dapat di perlakukan sesuai mekanisme di dalam bingkai NKRI.

“Titik kumpul kami di pasar Tambaruni, setelah menyampaikan orasi kami langsung menuju dewan adat MBAHAM MATTA sebagai representasi dari masyarakat untuk menyampaikan maksud kami, sekaligus menyerahkan pernyataan tuntutan kami,kepada Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Papua Barat Bapak Cyrillus adopak SE.MM,” tutupnya.

Terpisah, wakil ketua Majelis Rakyat Papua Barat, (MRP) Papua barat, Cyrillus Adopak, lewat selulernya merespon baik atas aksi damai yang dilakukan dan siap untuk menampung aspirasi para aksi damai sebagai bahan untuk meneruskan kepada MRP Papua barat agar dapat di sikapi sesuai mekanisme yang berlaku di dalam bingkai NKRI.

“Saya sebenarnya harus berangkat hari ini, namun semata karena kepentingan masyarakat dan tidak menginginkan agar tidak terjadi hal hal yang saat ini terjadi meluas maka saya pending keberangkatan saya ke Manokwari, untuk siap besok menerima penyataan dari Para aksi damai,” ungkapnya.

“Saya memberikan contoh, saat ini gedung DPR Manokwari sudah terbakar habis, ini bagian dari kurang cepatnya DPR atas menanggapi aspirasi masyarakat, sehingga saya tidak mau agar hal semacam ini terjadi di Fakfak,” tutupnya.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY