Diduga Jadi Makelar Kasus di Majene, 4 Oknum LSM Dibekuk Polisi

0
125

Reporter : Edo

Sulawesi Barat, Mattanews.co – Empat orang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulawesi Barat (Sulbar), yang diduga menjadi makelar kasus berhasil dibekuk tim Polres Majene Sulbar.

Kapolres Majene dalam press rilisnya, mengungkap kasus dugaan tindak pidana merintangi, menghalangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan tindak pidana korupsi, digelar di Ruang Data Polres Majene, Selasa (17/12/19).

Sekitar bulan Juni 2019, Unit Tipikor Polres Majene melakukan penyidikan tindak pidana korupsi pengelolaan ADD dan Dana Desa, di Desa Bababulo tahun anggaran 2018 yang diduga dilakukan oleh perangkat desa.

Beberapa anggota salah satu LSM yang bergerak di bidang pengawasan Tipidkor, menawarkan jasa untuk menyelesaikan kasus korupsi tersebut.

Dimana terjadi beberapa kali pertemuan antara perangkat dengan oknum anggota LSM di beberapa tempat, untuk membahas terkait kasus korupsi itu sendiri.

Proses penyidikan yang dilakukan unit Tipidkor Polres Majene dan cara menyelesaikan atau memberhentikan penyidikan kasus tersebut.

“Sekitar bulan Agustus 2019, oknum LSM tersebut meminta sejumlah uang kepada perangkat Desa Bababulo senilai Rp 200 juta dengan alasan untuk biaya penyelesaian kasus tersebut. Perangkat Desa bababulo menyerahkan uang tunai senilai Rp 199.850.000 kepada oknum LSM di sebuah halte yang ada didalam Kota Majene,” katanya, Rabu (18/12/2019).

Dari hasil penyidikan, oknum LSM diduga kuat melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum.

Seperti memerintahkan beberapa saksi dalam kasus korupsi penglolaan ADD, dan DD TA 2018, untuk tidak menghadiri penggilan pemeriksaan penyidik.

“Itu terkuak saat salah seorang saksi menyatakan bahwa alasan tidak menghadiri panggilan penyidik karena atas perintah oknum anggota LSM. Yang mengakibatkan penyidik sulit menemukan bukti-bukti,” kata Kapolres.

Ternyata, masih ada beberapa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh oknum LSM tersebut. Tim penyidik juga masih terus mencari fakta-fakta baru memalui penyidikan yang masih berlangsung.

Ke-4 tersangka oknum LSM tersebut berinisial S (48), warga Lembang Kecamatan Banggae Timur, A (44) warga lingkungan Lembang Kecamatan Banggae Timur, S (29) warga lingkungan Paleo, Kelurahan Pangali-ali, Kecamtan Banggae dan N (36) tenaga honorer Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, warga lingkungan lembang, kec. Banggae Timur, Majene.

Atas tindakannya melawan hukum para tersangka dijerat Pasal 21 Jo pasal 15 UU No. 31 tahun 199, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah dirubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 Jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Ancaman penjara minimal 3 tahun maksimal 7 tahun dan denda paling sedikit Rp150 juta paling banyak Rp600 juta,” ujarnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY