Pasca Gempa, Aktivitas Pasar Argopolitan Waimital SBB Belum Normal

0
64

Reporter : Fitrah

MALUKU, Mattanews.co РPasca gempa yang mengguncang pulau Ambon dan pulau Seram pada Kamis (26/09/2019) lalu membuat aktivitas di pasar Argopolitan Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB belum normal.

Hingga sampai hari ini, pasar Argopolitan Waimital masih belum lancar dan normal, kegiatan aktivitas jualan  para pedagang setempat baik mereka yang datang dari desa dan dusun tetangga untuk berjualan ikan maupun sayur Рsayuran di pasar waimital belum berjalan lancar.

Pantauan media ini Sabtu (28/09/2019) di lokasi pasar Waimital, terlihat masih banyak ruko yang tutup, penjual makanan di depan pasar masih sepi belum ada satu pedagang baik pedagang pakaian, rumah makan yang aktivitas berjualan seperti hari hari sebelumnya.

Hanya terlihat beberapa pedagang yang berada disamping dan belakang pasar Argopolitan baik pedagang sayur – sayuran dan ikan dan beberapa tokoh sembako mulai melakukan aktivitas berjualan.

Dan ada pula pegadang sembako yang hanya berjualan selama satu jam mulai pukul 08.00 sampai 09.00 WIT namun kembali tutup.

Amelia, salah satu warga Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang di wawancarai media ini mengatakan, pasca gempa membuat aktivitas pedagang tidak lancar dan masih terlihat sepi, sebab masih banyak pedagang belum aktif melakukan aktivitas berjualan.

“Sudah dua hari pasca gempa aktivitas pedagang di pasar Argopolitan Waimital belum lancar dan normal, masih terlihat beberapa tempat jualan yang sepi tak seperti hari – hari sebelum terjadinya gempa,” ungkapnya.

Lanjutnya, terutama pada pedagang ikan, biasanya lorong samping pasar ramai di penuhi pedagang penjual ikan, tapi hari ini hanya terlihat 1 sampai 2 orang saja yang sedang berjualan ikan begitu pula pedagang sayur – sayuran.

“Banyak warga yang berprofesi sebagai pedagang di pasar Argopolitan Waimital belum melakukan aktivitas dan sampai saat ini dan banyak dari mereka belum kembali ke rumah masing masing karena masih berada di tenda tenda bencana di tempat ketinggian,” tutupnya.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY