Sempat Dihentikan, Pertambangan Ilegal di Sungai Kelabang Babel Kembali Marak

0
463

Reporter : Nopri

Jebus, Mattanews.co Aktivitas pertambangan ilegal timah, atau sering disebut Ti Rajuk di kawasan sungai Kelabang, Desa Sungai Buluh yang diduga dilakukan fi kawasan hutan lindung, kembali marak.

Ti Rajuk sendiri merupakan Tambang Inkonvensional. Sedangkan Rajuk merupakan cara kerjanya.

Yaitu dirajuk atau dikerjakan dengan cara memasukan pipa sedalam-dalamnya ke dalam dasar sungai, lalu disedot keluar untuk kemudian diambil timahnya

Meski beberapa waktu lalu (25/11/2019) Kapolres Bangka Barat, AKBP M Adenan beserta pihak Kecamatan Jebus telah turun ke lokasi untuk menghimbau serta memasang spanduk larangan, agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal dikawasan tersebut. Namun sepertinya tidak membuat ciut nyali para penambang.

Dengan menggunakan sebuah perahu bermesin tempel, awak Mattanews.co berusaha menyusuri aliran sungai Kelabang yang terletak di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Jebus.

Baru beberapa menit perahu berjalan dari dermaga yang terletak di Desa Pebuar, suara raungan mesin-mesin Ti Rajuk yang tengah mengeruk timah dari dasar SSungai Kelabang, terdengar memekakkan telinga.

Setiba di lokasi, terlihat puluhan unit mesin Ti rajuk berada di aliran Sungai Kelabang, Desa Sungai Buluh.

Puluhan unit mesin Ti Rajuk tersebut, berdiri di Sungai tersebut dengan jarak yang tidak berdekatan. Satu mesin Ti Rajuk dengan mesin lainnya, berjarak hingga puluhan meter.

Setidaknya terdapat sekitar 50 unit mesin Ti di sepanjang kawasan Sungai Kelabang.

Kapolres Bangka Barat, AKBP M. Adenan ketika dihubungi mengatakan, dirinya akan segera memerintahkan anggotanya untuk mengecek ke Lokasi.

“Kita akan cek lagi kesana, terima kasih atas informasinya,” ujarnya, Minggu (19/1/2020).

Sementara itu, Kesatuan pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Jebu, Bembang dan Antan, Meliyadi ketika dihubungi terkait kembali maraknya Ti rajuk ilegal di kawasan Sungai Kelabang mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi terkait perihal tersebut.

“Saya belum mendapatkan informasi, dan kami akan mengecek terlebih dahulu, karena disana (Sungai Buluh) ada hutan bakau tapi tidak termasuk dalam kawasan. Susah juga kalau kita komentar tapi belum tahu dimana lokasi ti rajuk ilegal tersebut berada,” ujar Meliyadi.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY