Suhardi Duka Resmikan Rumah Aspirasi Fraksi Partai Demokrat di Mamuju

0
75
Suhardi Duka meresmikan Rumah Aspirasi Fraksi Partai Demokrat (Edo / Mattanews.co)

Reporter : Edo

Sulawesi Barat, Mattanews.co – Untuk menampung aspirasi masyarakat, Anggota DPR RI komisi 4 Dapil Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka meresmikan Rumah Aspirasi Fraksi Partai Demokrat, di Kabupaten Mamuju Sulbar, Sabtu (21/12/2019).

Rumah Aspirasi tersebut, merupakan wadah untuk menampung berbagai macam aspirasi masyarakat Sulbar, yang nantinya akan disampaikan ke DPR RI.

Di hadapan puluhan kader Partai Demokrat, Suhardi Duka mengatakan, dirinya membuka rumah aspirasi sebagai tempat penyampaian harapan masyarakat untuk diperjuangkan di DPR RI.

“Rumah aspirasi ini rumah rakyat, tiga staf yang akan bekerja standby mulai hari Senin sampai Kamis. Wajib untuk hadir menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya disanpaikan kepada saya baik melalui catatan ataupun secara langsung,” ujarnya.

Meskipun nantinya aspirasi warga bukan ranah dari Komisinya di DPR RI, ia pun akan tetap menyampaikan aspirasi tersebut dalam forum fraksi DPR RI.

Dia merasa terpilih anggota DPRD RI, karena memiliki amanah yang sangat berat. Apalagi ditempatkan di komisi, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kalau aspirasi itu tidak berada di Komisi saya, maka saya akan lempar ke komisi lain karena kita ada forum fraksi, jadi semua masalah bisa dicover di rumah aspirasi ini, itu yang saya harapkan supaya komunikasi kita bisa bersambung secara terus menerus,” ungkapnya.

Begitu juga bagi anggota DPRD kabupaten maupun provinsi, Ketua DPD Demokrat Sulbar ini meminta, agar para legislator partai berlambang Mercy itu juga membuat hal yang serupa.

“Teman-teman dewan di daerah juga bisa menyampaikan aspirasi masyarakat di wilayahnya yang tidak bisa ter-cover oleh daerah, sampaikan ke saya, saya kira itulah fungsi rumah aspirasi, termasuk legislator di kabupaten juga harus bikin rumah aspirasi,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, untuk pengembangan perkebunan dan pertanian di Sulbar, dia berkeinginan membangun pusat pembibitan perbenihan.

Pembangunan pusat pembibitan perkebunan di Sulbar, agar warga lokal tidak perlu lagi ke Pulau Sumatera untuk membeli bibit sawit. Lalu ke Kabupaten Jember untuk bibit kopi dan coklat. Cukup pengadaanya, kajian tehnologinya dibuat di Sulbar.

Menurutnya, tinggal bagaimana pemerintah provinsi bisa menyiapkan lahan, supaya pembangunan fisiknya setelah turun anggaranya dan tentunya tenaga ahlinya harus juga turun dari Jakarta, karena ahli peneliti-peneliti minimal S3.

“Saya yakin ini bisa, kita menjadi pusat pembenihan, tanaman perkebunan dikawasan tengah dan timur indonesia,” ucapnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY