Ribuan Tahu Formalin Ditemukan di Tugumulyo

0
120

Reporter : Rachmat

OKI, Mattanews.co – Ribuan tahu yang diduga mengandung bahan pengawet jenis Formalin berhasil diamankan jajaran Polsek Lempuing Polres OKI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir di sebuah industri rumahan di sekitar Desa Tugu Mulyo Kecamatan Lempuing, Senin (20/05/2019).

Bahan pengawet formalin, yang biasa digunakan sebagai pemulasaran mayat agar tidak lekas menebar aroma kurang sedap ini sendiri, ditemukan petugas gabungan pada sejumah pedagang Pasar Tugumulyo.

“Tahu yang dijual pedagang, ditemukan unsur formalin. Ini dibuktikan dengan mengambil beberapa tahu sebagai sampel,” terang Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan, Uli Arta, sesaat setelah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah warung, pasar, serta pusat niaga lainnya.

Ia melanjutkan, dalam sejumlah kasus serupa, formalin memang kerap digunakan sejumlah pedagang nakal dengan tujuan memperoleh keuntungan besar dengan meminimalisir kerugian.

“Seperti yang berhasil kami temukan disejumlah pedagang, serta di pabrik tahu itu sendiri, positif mengandung formalin,” urainya.

Menurut Uli, penambahan formalin pada tahu memang masih sering dilakukan oleh produsen. Alasannya adalah harga pengawet yang murah, mudah diperoleh, dan memberikan ketahanan yang lama. Dengan begitu, produsen tahu dapat menghemat biaya produksi.

“Padahal dampak dari penggunaan formalin pada makanan yang dikonsumsi manusia dapat mengakibatkan sejumlah penyakit, diantaranya kanker, kemandulan, serta penyakit lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra melalui Kapolsek Lempuing, AKP Bustomi saat dikonfirmasi mengungkapkan, dari operasi gabungan ke industri rumahan ini, kepolisian berhasil mengamankan sekitar 2.650 buah tahu berbagai ukuran siap jual.

“Selain itu, ditemukan 1 jerigen formalin murni ukuran 10 liter, dan 4 jerigen formalin campuran air ukuran 20 liter, serta 2.650 tahu dalam kemasan plastik siap edar,” jelasnya.

Disambungnya, penemuan tahu berbahaya ini, menurutnya berawal dari operasi gabungan Dinkes dan kepolisian di pasar Desa Tugumulyo. Ia menuturkan, setelah diketahui sejumlah tahu yang didagangkan positif menggunakan formalin, petugas segera mengembangkan hingga menggerebek pabriknya.

“Saat ini pelaku dan barang bukti telah di amankan di Polsek Lempuing, selanjutnya untuk penanganan kasus tersebut,” tandasnya.

Editor : Selfy

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY