Teror Harimau Mencekam, Harga Sayur Pagar Alam Malah Melonjak

0
136

Reporter : Agustoni

Lahat, Mattanews.co Jangan kaget jika berbelanja sayuran di pasar tradisional di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini mendapati harga yang meroket.

Menurut para pedagang seperti di PTM dan pedagang keliling, sayuran yang berasal dari Pagar Alam mengalami kenaikan, karena para petani takut memanen di ladang sayuran mereka.

Terlebih stok sayuran di pengepul menjadi sangat minim pad hari Sabtu (14/12/2019)

Beberapa sayuran mengalami lonjakan kenaikan harga yang sangat drastis. Seperti tomat yang biasanya dijual seharga Rp 6.000/kg kini naik menjadi Rp.12.000.

Wortel yang biasa di julal Rp 7.000/kg naik menjadi Rp 10.000/kg. Cabai merah keriting yang biasa dijual Rp 28.000/kg juga mengalami kenaikan menjadi Rp.35.000.

Kenaikan juga terjadi di penjualan Daun Bawang biasanya dijual Rp 17.000/kg menjadi Rp 25.000/kg.

Salah seorang pedagang sayuran keliling di Pagar Alam Fajar (38), turut cemas dengan kenaikan harga sayuran.

Sebab dirinya takut akan turut berimbas pada kuota penjualannya. Menurutnya, semenjak harga sayur mayur melonjak, ia tidak berani membeli sayuran dari para agen terlalu banyak, karena menurutnya akan berisiko merugi jika tidak habis terjual.

“Kenaikan harga ini kalau ditanya ke agen karena imbas teror Harimau akhir-akhir ini. Sehingga petani takut memanen. Jadinya saat ini pelanggan saya mengeluh karena harga sayuran banyak naik, mereka hanya membeli secukupnya saja, secara otomatis omset kami para penjual sayur turun,” keluh Fajar.

Sementara itu, Daruni (37) salah seorang agen sayuran di PTM mengeluh atas kelangkaan akan stok sayuran.

Menurutnya, sayuran yang biasanya datang dari para pengepul Pagar Alam kini hanya sedikit sekali, hal itu tidak sesuai dengan permintaan pasar saat ini.

“Mau tidak mau kami harus menaikkan harga karena kondisi pasar saat ini, salah satu cara mengsiasatinya yaitu dengan meminta atau membeli dari para pengepul Kabupaten Curup Bengkulu. Meski cost lebih tinggi, hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY