41 Orang Terjaring Razia Satpol PP Sumsel di Kos-kosan dan Panti Pijat

0
289

Reporter : Reza Fajri

Palembang, Mattanews.co – Sat Pol PP Provinsi Sumsel bersama Ditresnarkoba Polda Sumsel, jajaran TNI dan instansi terkait melaksanakan Razia gabungan di beberapa kos-kosan, wia dan panti pijat di Palembang.

Razia yang dipimpin Kasat Pol PP Sumsel Aris Saputra dan Penanggung Jawab Lapangan Sekretaris Sat Pol PP Sumsel Dedi Harapan ini, digelar pada Sabtu (14/12/19) malam.

Kegiatan ini diadakan berulang untuk menindak lanjuti penertiban dua hari yg lalu. Karena banyaknya informasi dan laporan masyarakat tentang disinyalir tempat kost, wisma kemudian penginapan dijadikan tempat maksiat serta menjadi tempat pemakai dan transaksi narkoba.

Kasat Pol PP Sumsel Aris Saputra mengatakan, pihaknya melakukan razia pada hari ini disinyalir tempat para generasi muda mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba.

Serta tempat maksiat di tempat kos yang memang banyak di kota Palembang. Diantara lnya, daerah Dwikora, Siring agung kecamatan Ilir timur I, dan Ilir barat I Palembang.

Sebanyak 41 orang yang terjaring razia. Yang terdiri dari delapan orang pasangan tanpa ikatan atau belum nikah, KTP yang tidak jelas atau tidak membawa KTP sebanyak 11 orang, tujuh orang pekerja wanita di tempat penginapan, serta 2 orang yang mengkonsumsi Minuman Alkohol 40 persen.

“Yang terindikasi narkoba ada 4 orang, ini akan didalami lagi oleh Direktorat narkoba. Yang positif narkoba ada 1 orang kelima orang ini langsung dibawa ke Direktorat narkoba Polda Sumsel untuk didalami pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya, Senin (16/12/2019).

Untuk yang lainnya, sudah didata dan dimuat pernyataan agar mereka tidak mengulangi kembali.

Aris menambahkan, perbuatan – perbuatan ini, pihaknya sangat menyayangkan sekali dan kami Sat Pol PP Provinsi Sumsel akan terus mengadakan penertiban ini.

“Saya berjanji akan mendorong pihak Sat Pol PP kabupaten/kota untuk bergerak sama seperti provinsi karena kami ini adalah koordinator,” ucapny.

Dalam rangka menjelang tahun baru 2020 mendatang, Sat Pol PP provinsi dan kota akan melakukan penertiban dan pembinaan.

Terlebih beberapa waktu lalu ditemukan narkoba 1,5 ton. Bahkan ada lagi informasinya baru masuknya 50 kg narkoba dan ribuan ekstasi, yang sudah dipersiapkan untuk beredar di kota Palembang dan sekitarnya.

“Kita juga akan bekerja sama terus dengan Ditresnarkoba Polda Sumsel untuk mengantisipasi dan mencegah hal itu terjadi peredaran narkoba di jajaran pemerintahan Provinsi Sumsel,” ujarnya.

Kedepanny mereka akan bekerjasama dan mungkin akan membuat MOU dengan kejaksaan tinggi atau kajari. Untuk dilakukan tindak pidana ringan (tipiring) sidang di tempat.

“Ini akan diusahakan dan akan saya tegaskan kepada Sat Pol PP kabupaten/kota,” ujarnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY