Banjir Akibat Daerah Tidak Mampu Memanfaatkan Air Hujan

0
9

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Banjir akibat ketidakmampuan memanfaatkan air hujan secara maksimal. Ini merupakan tugas bersama bukan hanya tugas dari salah satu kementerian saja. Konsep pengolahan air perlu diperbaiki secara benar jangan seperti selama ini air menjadi hal yang dibuang dan diambil secara serampangan.

Demikian diungkapkan Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat ,Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Ir Sakti Hadeng Ganan M for Sc saat ditanyai usai pembukaan workshop di hotel Harper Palembang, Kamis (11/07/2019).

“Jika kita bisa mengolah air hujan secara maksimal maka kebutuhan akan air dapat diatasi. Bahkan bahaya akibat banjir juga dapat di cegah,” ucapnya.

Ia menambahkan jika hujan dapat setiap elemen berperan dalam menyerapnya. Seperti di perumahan ada sumur resapan jadi air hujan akan ditampung disini. Lalu kantor pemerintah dan swasta membuat lubang biopori dan memasang konblok dilahan terbuka jangan dicor sehingga ada resapan untuk air hujan. Kemudian pemerintah membuat kolam retensi untuk penampungan air hujan. Jika semua sudah berjalan dengan baik maka bahaya banjir serta kekurangan air dapat diatasi.

“Sekali lagi tugas pemanfaatan air hujan menjadi tugas bersama sehingga lebih dapat cepat teratasi,” jelas dia.

Seperti di pulau Jawa kalau musim hujan kelebihan air terjadi kebanjiran dan air bah. Namun jika saat kemarau tidak ada lagi air sebab saat kemarau air tidak ditampung. Daerah yang kebanjiran pasti tidak menampung air hujan. Maka di daerah tersebut akan mengalami kekurangan air selama 7 bulan.

“Saat ini petani sudah membeli air untuk menyirami tanaman mereka. Ini berakibat nantinya pada harga jual pertanian yang makin tinggi,” kata dia.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY