Gubernur Sumsel Sempat Bantah Petani Lahat yang Tewas Bukan Diserang Harimau Sumatera

0
89
jasad korban SW dievakuasi (Agustoni / Mattanews.co)

Palembang, Mattanews.co – Kematian SW (56), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat Sumatera Selatan (Sumsel), pada hari Minggu (22/12/2019) lalu, diduga kuat akibat diserang Harimau Sumatera.

Ternyata dari hasil autopsi yang dilakukan Tim Forensik Kabiddokkes Polda Sumsel di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pajar Bulan Kabupaten Lahat Sumsel, korban 99 persen dinyatakan tewas dimangsa hewan buas.

“Ya, 99 persen korban dimangsa hewan buas,” kata Mansuri, tim Forensik Kabiddokkes Polda Sumsel, usai melakukan proses autopsi, Selasa (24/12/2019).

Sebelumnya, beberapa fakta kuat mengarah ke penyerangan Harimau Sumatera, seperti pondokan korban yang hancur, jejak kaki Harimau Sumatera hingga kondisi tubuh korban yang terpotong-potong tercecer di beberapa tempat.

Ternyata ini tidak membuat Gubernur Sumsel Herman Deru yakin, bahwa SW tewas karena serangan Harimau Sumatera.

Bahkan pada hari saat dimintai statement pada hari Senin (23/12/2019), Herman Deru membantah jika ada isu tentang bertambahnya korban serangan hewan buas ini.

“Bukan itu, bukan Harimau yang menyerang. Belum bisa dipastikan kematiannya itu akibat Harimau atau bukan,” katanya.

Orang nomor satu di Sumsel ini juga meminta kepada masyarakat, untuk menunggu hasil autopsi dari rumah sakit terlebih dahulu sebelum menyimpulkan penyebab kematian korban. Apakah benar petani durian tersebut tewas akibat Harimau Sumatra atau bukan.

Untuk menguatkan argumennya, Herman Deru juga sudah menerima laporan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel. Bahwa kematian petani asal Lahat Sumsel tersebut, bukan dari serangan Harimau Sumatra.

“Kata BKSDA Sumsel, gigitan di tubuh korban itu bukan dari Harimau Sumatera. Mungkin meninggalnya korban itu akibat hal yang lain,” ujarnya.

SW sendiri ditemukan tewas mengenaskan di kebun duriannya, di Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat Sumsel. Korban sudah satu minggu menginap di pondokannya, untuk menunggu panen durian miliknya.

Jika benar korban tewas akibat serangan Harimau Sumatera, akan menambah panjang deretan korban serangan hewan buas ini. Sudah ada empat korban yang meninggal dunia secara mengenaskan di kawasan perkebunan. Terutama di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat Sumsel.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY