Palembang Hanya Miliki 10% Tukang Bersertifikat

0
48

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Saat ini tenaga kerja terampil di Palembang masih sangatlah minim. Dari itu dinas PUPR akan giat melaksanakan uji kompetensi agar makin banyak tenaga kerja yang terampil. Mengingat Palembang merupakan Kota dengan memiliki pembangunan infrastruktur yang signifikan.

“Saat ini kita hanya memiliki sebanyak 10% saja tukang yang bersertifikat,” kata Kepala DinasĀ  perumahan dan pemukiman Provinsi Sumsel Basarudin pada kegiatan Uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja kontruksi (TKK), tingkat terampil.

Acara sendiri dilaksanakan oleh Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kota Palembang pada tanggal 25-26 September di Balai Kecamatan Sukarami, Rabu (25/09/2019).

Melalui uji kompetensi ini dan didapatnya sertifikasi oleh para tukang, sambungnya, maka akan membawa Palembang menjadi kota yang semakin maju. Jika semua tukang menjadi profesional dengan adanya bukti dari sertifikat. Tidak akan ada lagi memakai tenaga kerja proyek besarĀ  dari pulau jawa. Sebab semua tukang di Palembang sendiri sudah mahir.

“Saat ini ada 50ribu orang tukang yang bersertifikat hanya 5ribu saja. Maka dari itu setiap ada proyek besar menggunakan tukang ahli dari pulau Jawa,” jelas dirinya.

Sementara itu, kepada dinas PUPR Bastari mengatakan, pada bulan Juni lalu dinas PUPR bekerjasama dengan Semen Baturaja memberikan 200 sertifikat gratis kepada tenaga kerja terampil. Targetnya pada tahun ini akan ada sebanyak 1020 tenaga yang mendapatkan sertifikat. Saat ini sudah ada 570 tenaga memiliki sertifikat. Sedangkan pada hari ini sebanyak 270an tenaga di uji. Jadi saat ini ada sebanyak 840an pekerja yang memiliki sertifikat.

Saat ini setiap pekerjaan konstruksi sudah ada sertifikat agar bisa bekerja di proyek besar. Pada hari ini ada beberapa bidang kompetensi dengan rincian tukang listrik 60 orang,las 69 orang, besi 3 orang, pipa 6 orang, kayu 6 orang dan tukang batu sendiri sebanyak 136 orang.

Ia juga menjelaskan selain sertifikat yang dilakukan langsung secara masal, ada juga uji kompetensi yang dilakukan perorangan seperti pada saat pengecoran jalan. Disana la langsung dilakukan pengujian.

“Tapi jika melakukan uji kompetensi secara mandiri mengunakan biaya sebesar 300ribuan. Para tukang ini kita dapatkan dari Kecamatan dan pihak Provinsi,” jelas dirinya.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY