Tingkatkan Pengawasan SDA, Kementrian ESDM Latih Inspektur Tambang di Sumsel

0
67
Kementrian ESDM menggelar Workshop Pengawasan Terpadu Bidang Energi Sumber Daya Mineral di Palembang (Vitor / Mattanews.co)

Reporter : Vitor

PALEMBANG, Mattanews.co – Untuk meningkatkan pengawasan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di tiap daerah, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menggelar menggelar Workshop Pengawasan Terpadu Bidang Energi Sumber Daya Mineral.

Kegiatan yang digelar pada tanggal 11-14 Februari 2020, di Wyndham Hotel Jakabaring Palembang tersebut, menjadi salah satu langkah untuk mencapai target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) di tahun 2020 ini,

Inspektur Jendral KSDM Akhmad Syakhroza mengatakan, kegiatan workshop ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), yang diamanahkan ke KESDM.

Pengelolaan SDA ini berhasil tidaknya, diukur dari berapa besar PNBP yang dihasilkan dari sektor KESDM. Hal ini juga sesuai dengan amanah UU No.33 tentang SDA yang dikelola sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia.

“PNPB sebesar Rp180 triliun. Untuk mendapatkn itu, kami mempunyai APBN sekitar Rp7 triliun, hanya 5 persennya saj. Tapi disuruh mencari uang senilai 180 T. Kita di sini mencoba menggerakkan SDM yang ada PNBP SDA yang ada di daerah. Kami sebagai inspektor jenderal tentu harus mengawasi itu. Karena itu tugas dari Menteri ESDM,”katanya, saat ditulis Jumat (14/2/2020).

Namun diakuinya, SDM KESDM yaitu aparat inspektur tambang di daerah, mendapatkan gaji dari pemerintah namun dana operasionalnya belum ada. Untuk memaksimalkan kontribusi SDM KESDM di daerah untuk mengejar PNBP, dia berjanji akan menggerakkannya di Inspektorat Jendral KESDM.

Salah satunya yaitu kucuran dana dari Komisi 7 DPR RI sebanyak Rp200 juta, yang tahap awal baru dicairkan sebesar Rp100 juta. Dana ini digunakan untuk mengawasi PNBP. Untuk itu, Inspektorat Jenderal KESDM akan melibatkan semua SDM-nya, yang berkaitan dengan pengawasan.

Tidak hanya emngawasi PNOB tapi juga subsidi dan peralatan publik dari KESDM yang diberikan ke masyarakat langsung. Seperti Jargas, sumur bor dan lainnya.

“Inspektur tambang representatif dari KESDM, akan dididik mewakili KESDM. Tidak hanya minerba, tapi juga minyak dan gas (migas), termasuk mengawasi bencana seperti gunung api,” katanya.

Dengan workshop ini, lanjutnya, inspektur tambang harus mempunyai kemampuan memadai untuk pengawasan SDA di daerah dinasnya.

Provinsi Sumsel juga dinilainya mempunyai hampir seluruh SDA. Karena itu PNBP harus dimaksimalkan di Sumsel, seperti di sektor Migas, Minerba dan Panas Bumi.

Inspektorat Jenderal KESDM juga akan mengajak ototitor daerah dan Bareskrim Polri, untuk mengoptimalkan pengelolaan SDA.

“Bagian mengawasi adalah kepolisian, semoga terintegrasi dengan aparat pengawasan ini, kita harapkan PNBP tadi meningkat. Target bisa Rp250 triliun,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI Alex Noerdin mengatakan, target PNBP KESDM Rp250 triliun diakuinya mungkin bisa direalisasikan. Apalagi tugas inspektur tambang di daerah diawasi oleh Bareskrim Polri dan diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI.

“Inspektur tambang akan kerjasama dengan inspektorat daerah. Kita baru sampai mengawasi, agar tidak ada kebocoran (dana PNBP).Di negara lain sudah berpikir batubara dijadikan gas dan BBM, kita baru mengarah ke sana. Tapi, apa yang ada harus diawasi, untuk meningkatkan PNBP menjadi lebih dari Rp200 triliun,” ucapnya.

Mantan Gubernur Sumsel ini mengungkapkan stok minyak bumi diprediksi sekitar 9 tahun lagi, gas alam sekitar 8 tahunan, itu jika tidak ditemukan sumur-sumur baru,

Namun ditemukannya sumur gas terbesar keempat dunia di kawasan Saka Kemang Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel. Penemuan tersebut bisa menjadi potensi SDA terbaru untuk menunjang peningkatan PNBP KESDM.

“Di Sumsel juga ada potensi panas bumi sebesar 20 persen dari seluruh kawasan di Indonesia. Dimana, Indonesia mempunyai 30 persen panas bumi di dunia,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY