Gabungan Wartawan di Babel Gelar Aksi Tolak Kekerasan Terhadap Jurnalis

0
89

Reporter : Nopri

PANGKALPINANG, Mattanews.co РPuluhan wartawan di Bangka Belitung, melakukan aksi damai mengutuk dan menolak kekerasan terhadap jurnalis pada Senin pagi, (30/09/2019).

Puluhan wartawan yang ikut melakukan aksi ini terdiri dari beberapa organisasi pers, seperti PWI, AJI, IJTI, HPI dan beberapa organisasi Pers lainnya.

Dalam aksi ini, beberapa wartawan sempat menyampaikan orasinya mengutuk kekerasan serta intimidasi yang dialami oleh sejumlah wartawan saat melakukan tugas peliputan.

Ketua PWI Babel, M. Fathuracman dalam orasinya menyampaikan, Pers sebagai kontrol sosial dan penyampai aspirasi publik adalah salah satu pilar demokrasi. Tanpa kebebasan pers dan berekspresi maka demokrasi di tanah air tidak akan berjalan dengan baik.

“Kami Pers Babel Bersatu mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera membenahi prosedur perlindungan bagi para jurnalis yang bertugas di lapangan,” kata Fathurakhman

Adapun isi tuntutan aksi antara lain
Satu Mendukung Penegakan Hukum atas pelanggaran/kekerasan terhadap Pers.

Kedua mengedepankan UU Pers dalam penyeleseaian kekerasan terhadap Jurnalis/wartawan.

Ketiga meminta Komitmen dan jaminan keselamatan insan Pers dalam melakukan profesi peliputan, khususnya di Babel yang dilindungi oleh UU Pers Nomor 40 Tahun.

Keempat, menyerukan kepada media dan jurnalis melaksanakan kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya.

Kelima, meminta masyarakat dari semua kalangan untuk taat UU Pers, termasuk upaya penyelesaian sengketa jurnalistik.

Seperti diketahui, di dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers secara tegas disebutkan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

Namun sayangnya, masih banyak pihak yang mengabaikan UU No 40 tahun 1999 tersebut. Terbukti dengan masih banyaknya kekerasan serta intimidasi yang dialami oleh beberapa jurnalis saat melakukan aktivitasnya dalam melakukan tugas jurnalistik.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY