DPP PAN Diminta Copot Abas Hanubun

0
33

Reporter : Fitrah

MALUKU, Mattanews.co – Partai Amanat Nasional Maluku saat ini sangat mengalami kemunduran di bawah pimpinan Abas Hanubun sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Provinsi Maluku.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua BM PAN Provinsi Maluku Patty. A. Uar Kepada media ini Sabtu (12/10/2019), dirinya menilai saat ini Partai Amanat Nasional (PAN) sedang menghadapi gejolak yang sangat dahsyat. Gejolak itu diakui Patty berpotensi membuat PAN Maluku mengalami perpecahan dalam eskalasi yang sangat besar.

Menurut Patty, di dalam tubuh Partai berlambang matahari ini ada terjadi sengketa dan perpecahan besar-besaran, Ini terjadi akibat hilangnya kepemimpinan dalam berbagai demensinya,

“Persoalan ini dipicu oleh lemahnya kepemimpinan di internal PAN Maluku yang tidak mampu menyatukan kadernya,” jelasnya.

Dikatakannya, bahkan ketua Partai memiliki kecenderungan mangadu domba dan banyak mengambil langkah langkah yg melanggar ketentuan serta mekanise partai itu sendiri.

“Dengan itu berakibat PAN di maluku mengalami degradasi yang sangat besar, ini akibat dan ulah dari pemimpin partai yang tidak mengedepankan mekanisme – mekanisme Partai,” jelasnya

Untuk BM PAN Maluku selaku Orsap PAN meminta kepada DPP agar segera menyikapi berbagai polemik yang terjadi di interl kubu DPW PAN Maluku selama ini sudah berjalan dan jangan dibiarkan polimik ini berlarut – larut dalam internet DPW PAN sendiri.

“Dan meminta kepada DPP agar segera mengambil sangsi tegas kepada ketua DPW PAN maluku agar meninggalkan jabatanya yang di emban selama ini,” pintanya.

PAN Maluku di bawah kepemimpinan Abas Hanubun mengalami kemunduran yang sangat besar. Hilangnya kursi di beberapa daerah, dan melaksanakan Musdalub tidak sesuai dengan Mekanisme Partai Dan AD/ART Partai.

“Maka langkah yang sangat bijak untuk mengembalikan kejayaan PAN di Maluku adalah dengan cara menggantikan ketua wilayah dengan pemimpin yang baik dan bisa membawa PAN Maluku sejajar dengan partai Partai lainnya,” kata dia.

PAN Maluku saat ini tidak ada narasi solidaritas tetapi narasi perpecahan ini ulah dari tidak berfungsinya ketua Wilayah selaku Pimpinan. Lembaga ini juga seolah olah dibuat tegang dengan tidak memakai mekanisme dan AD/ART partai yang sudah ada.

“Semuanya dilakukan secara serampangan, termasuk aksi penyingkiran dan pemecatan, akibatnya semua kader merasa tidak lagi memiliki dan tidak nyaman,” tutup Uar.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY