Sinkronisasi Perda Kendaraan Air

0
93

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Akibat beberapa kejadian yang sering terjadi di atas air akhir -akhir ini. Maka Pol PP Sumsel mengelar Coffee Morning dalam rangka Sinkronisasi Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah terkait hal tersebut.

“Pagi ini kita fokus terhadap perda kendaraan bermotor diatas air, dari beberapa Perda lainnya yang kita bahas saat ini. Mengingat pada beberapa waktu lalu terjadi beberapa kecelakaan diatas air. Dimana diketahui bersama setiap kejadian merenggut nyawa yang cukup banyak,” kata Kasat Polisi Pamong Praja Provinsi SumselLeni Wihana saat wawancara usai kegiatan di ruang Rapat Kasat Polisi Pamong Praja Provinsi Sumsel Coffee Morning dalam rangka Sinkronisasi Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, Jum’at (15/02/2019).

Dilanjutkannya, untuk Perda terkait kendaraan diatas air sudah diatur dalam.Pergub no 12 tahun 2015 di daerah juga sudah ada aturannya yang dituangkan kedalam Perwali dan PerBup juga. Di dalam Perda tersebut di atur secara jelas mengenai syarat kendaraan di atas air. Terutama kapal penumpang, disana dijelaskan mengenai tinggi kaca kapal, pelampung serta beberapa keamanan lainnya yang harus sesuai standar yang ditetapkan. Sayangnya hal ini tidak menjadi tolak ukur dalam proses pembuatan model angkutan air tersebut. Hal ini perlu disinkronisasi oleh setiap element yang terkait baik itu pihak Dishub,Polair dan lainnya, termasuk Pol PP sebagai penegak Perda.

“Kita harus kerja sama agar jangan sampai masih banyak kendaraan diatas air yang tidak standar atau tingkat keamanannya sangatlah rendah. Mengingat jumlah korban jiwa akan semakin besar jika hal ini terus dibiarkan,” terangnya.

Ia juga mengatakan, secara rutin pihak dari Polairud sudah razia sebulan sekali. Dimana razia yang dilakukan terkait dengan SIM serang yaitu Surat Izin Pengemudi diatas air.

Ia juga berharap ada beberapa bantuan dari pemerintah pusat. Seperti murahnya BBM bagi kendaraan air sehingga konsumen juga lebih bisa menikmati. Ia juga menginginkan pihak pemerintah membuat satu perusahaan yang mengelola angkutan air. Seperti di darat yang sudah berpengalaman seperti Damri. Tentu biaya bagi para penumpang bisa ditekan dan bisa lebih murah aman dan nyaman.

“Peluang untuk PAD juga sangat besar mengingat jumlah pemakai angkutan air cukup besar. Jadi para penumpang bisa menikmati kenyamanan dan keamanan sekaligus. Para pelaku usaha transportasi ini juga akan menyesuaikan dari segi keamanan dan kenyamanan tentunya tarif juga bisa lebih murah bagi masyarakat,” harapnya.

Editor : Anang

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY