Srivijaya Coffee Turun ke Sembilan Daerah Penghasil Kopi Demi Dukung Promosi Kopi Sumsel

0
53

Reporter : Desta

PALEMBANG, Mattanews.co – emerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya mempromosikan kopi Sumsel agar lebih dikenal di kancah nasional dan internasional. Upaya ini disambut oleh Srivijaya Coffee Foundation, sebuah yayasan yang berfokus pada kegiatan yang mendukung kampanye/promosi dan pemasaran kopi Sumsel dengan mengadakan kegiatan Roadshow ke sembilan (9) Kabupaten/Kota penghasil kopi di Sumsel dengan tema “Srivijaya Coffee Exploration (SCE) 2019”. Digagas bersama Duta Kopi Indonesia Salama Sri Susanti, eksplorasi ini akan berlangsung selama 10 hari.

Ketua Pelaksana SCE 2019, Muna Su’ud mengatakan kegiatan ke daerah-daerah penghasil kopi ini memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah memastikan persiapan para petani menjelang panen raya pada Mei-Juni nanti.

“Selain melihat kesiapan petani di lapangan, kita juga ingin melihat dukungan pemerintah daerah kepada petani dalam proses jelang panen. Termasuk juga perkembangan kedai-kedai kopi di daerah yang mulai banyak bertumbuh,” kata Muna usai rapat persiapan rombongan di Lord Café Palembang, Minggu malam, 24 Maret 2019.

Muna menjelaskan, misi utama Srivijaya Coffee fokus pada empat hal yaitu peningkatan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan kredibilitas single origin kopi Sumsel. Terkait dengan kegiatan eksplorasi ini selain melihat langsung kebun kopi dan permasalahannya, juga ingin mengajak dan menyatukan semua elemen terkait kopi untuk sama-sama mengangkat dan mengembalikan nama besar kopi Sumsel sebagai daerah dengan kebun kopi terluas di Indonesia.

“Kebun kopi di Sumatera Selatan luasnya sekitar 250 ribu hektar namun hasil produksinya diambil dan dibawa ke luar. Ini saatnya kita bersama-sama membenahi permasalahan kopi dari hulu hingga hilir dan membuat nama kopi Sumsel besar di nasional dan internasional,” ujarnya.

Di tempat yang sama, asisten III Gubernur Sumatera Selatan Prof. M. Edwar Juliartha mengatakan Gubernur Sumsel Herman Deru mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Srivijaya Coffee Foundation ini.

Ia berharap rombongan SCE 2019 bisa optimal menjalankan visi dan misi sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa ditangkap semua stakeholder kopi di daerah-daerah. “Bapak Gubernur Herman Deru sangat peduli dengan permasalahan kopi yang merupakan salah satu komoditi penting Sumsel. Beliau berharap misi rombongan SCE 2019 ini bisa sampai ke pihak-pihak terkait dan pemerintah daerah penghasil kopi nantinya bisa turut mempromosikan kopi daerahnya masing-masing bersama dengan pemerintah provinsi,” kata dia.

Duta Kopi Indonesia Salama Sri Susanti yang memimpin rombongan SCE 2019 mengatakan tujuan roadshow ini mensosialisasikan program duta kopi Indonesia ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Intinya untuk mengajak semua pihak mencintai kopi terutama single origin daerahnya masing-masing.

Dalam perjalanan roadshow ini juga akan dilakukan pendekatan kepada unsur-unsur kopi di Sumatera Selatan seperti petani, indsutri kecil menengah (IKM), roastery, barista, dan kedai. “Pendekatan ini untuk mensinergikan hulu hingga hilir komoditi kopi di Sumsel. Dari biji (bean) hingga cangkir (cup). Tujuan akhirnya adalah konsumsi kopi lokal yaitu kopi Sumsel meningkat,” jelasnya.

Pagi ini rombongan roadshow Srivijaya Coffee Exploration 2019 bersama Duta Kopi Indonesia Salama Sri Susanti berangkat dari Palembang langsung menuju kebun kopi di Desa Segamit, Semendo, Muara Enim. Perjalanan berturut-turut menuju kebun kopi di Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Selama 10 hari ke sembilan Kabupaten/Kota penghasil kopi se-Sumsel, roadshow terbagi menjadi dua rute. Rute 1: Muara Enim-Lahat-Pagar Alam-Empat Lawang-Lubuklinggau-Musi Rawas (25-30 Maret 2019). Rute 2: OKU Selatan-OKU Induk-OKU Timur (2-5 April 2019). Turut serta dalam rombongan beberapa rekan media.

Editor : Anang/Rilis

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY