Adsafelink | Shorten your link and earn money

Reporter: Agustoni

LAHAT, Mattanews.co – Jembatan Pangi di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat yang merupakan akses utama menuju Kota Terpadu Mandiri (KTM) kini dibangun kembali.

Pembangunan Jembatan Pangi ini sempat mangkrak selama 3 tahun, namun sayangnya pembangunan jembatan ini dikerjakan asal jadi. Salah satunya pengerjaan lantai jembatan yang seharusnya menggunakan plat baja diganti oleh kontraktor dengan menggunakan seng alkan untuk menahan cor beton.

Padahal pembangunan jembatan ini diawasi langsung oleh TP4D Kejati Sumsel.

Pemasangan seng alkan sepanjang 100 ini sempat ditegur oleh beberapa orang pekerja Jembatan Pangi, namun pengerjaan tetap diteruskan. Jembatan yang memiliki panjang keseluruhan 450 meter ini dikhawatirkan tidak dapat menahan beban kendaraan truck kelapa sawit yang bermuatan delapan ton lebih.

Harus dibongkar dan Dipasang Plat Baja, warga setempat mengharapkan pembangunan jembatan dibangun dengan benar sehingga dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat.

Rangga Guritno, Ketua Komite Anti Korupsi Lahat akan melaporkan ulah nakal kontraktor yang mengengerjakan Jembatan Pangi tahap 3 ini. Menurut Rangga, seharusnya TP4D Kejati Sumsel dapat menjalankan fungsinya sehingga Jembatan Pangi dapat dibangun dengan baik.

“Saya rasa masyarakat Kikim Selatan khususnya Desa Beringin Jaya, sudah maksimal mengingatkan bahkan menegur agar pekerjaan dilakukan sesuai dengan gambar dan aturan yang benar, tapi usaha masyarakat akan sia-sia jika TP4D yaitu Kejati Sumsel hanya diam saja, seharusnya dibongkar dan dipasang plat baja, karena gambar perencanaannya begitu,” kata rangga.

Menurut Rangga, seharunya pengerjaan Jembatan Pangi dapat berjalan sesuai aturan jika Kejati Sumsel memiliki visi dan misi turut serta membangun daerah. Rangga pun kecewa dengan sikap TP4D yang membiarkan kontraktor mengerjakan jembatan Pangi dengan asal asalan.

“Kita ini sesama manusia, jangan saling membodohi, alasan bisa saja dibuat-buat. Tapi yang jelas, kerja PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, kontraktor dan kerja TP4D Kejati Sumsel sama sama bobroknya dan tidak mungkin TP4D Kejati Sumsel tidak mengetahui ulah kontraktor yang membangunjembatan Pangi,” ujarnya.

Kondisi ini sangat menyedihkan, saat masyarakat berjuang untuk membangun desanya, malah orang yang seharusnya mendukung tidak dapat membantu warga. Jembatan Pangi tidak mungkin dibangun asal jadi jika semua pihak terkait memang punya visi dan misi membangun,

“PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel seharusnya tau bahwa plat baja sudah tidak terpasang lagi, dan seharunya kontraktor meminta adendum atau cco, dan TP4D Kejati sumsel harusnya berperan untuk melakukan tindakan hukum, lah ini PU dan Kejati Sumsel malah planga plongo dan membiarkan kontraktor membangun Jembatan Pangi dengan semaunya, dan hasilnya asal jadi,” kata Rangga

Akan dilaporkan Ke Kejaksaan Agung RI, Komisi Kejaksaan dan Presiden. Melihat Kejati Sumsel tak dapat menjalankan fungsinya sebagai TP4D, Rangga Guritno akan mengirim pengaduan resmi terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh kontraktor Jembatan Pangi dan Kejati Sumsel akan diadukan terkait kinerjanya yang membiarkan kontraktor bekerja asal asalan.

“Kita punya bukti kuat bawa pengerjaan Jembatan Pangi menyalahi aturan, kita punya gambar master rencana pembangunan Jembatan Pangi, akan kita laporkan segera, kita lihat saja bagaimana tindakan T4PD Kejati Sumsel, dan kita juga akan laporkan kejati sumsel ke Kejaksaan Agung karena keterlibatan TIM TP4D kejati Sumsel dalam pengerjaan proyek ini,” Kata Rangga.

Pembangunan Jembatan Pangi Tahap tiga ini menggunakan APBD Sumsel 2019 dengan nilai Rp5 milyar lebih.

Editor: APP

Print Friendly, PDF & Email
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here