Reporter : Selfy

PALEMBANG, Mattanews.co – Ruang tahanan di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Palembang, sudah tidak lagi mencukupi atau overload untuk menampung para tahanan. Dari itu, Polrestabes Palembang akan melakukan koordinasi lebih jauh dengan penyidik Kejati, Kejari Palembang, Kanwil Kemenkumham Sumsel, Kalapas dan Karutan se Palembang untuk penempatan para tahanan, Kamis (22/10/2020).

“Hingga saat ini, jumlah tahanan di Polrestabes Palembang mencapai 946 orang. Idealnya tahanan di Mapolrestabes dan Polsek jajaran itu hanya 369 orang. Jadi saat ini kondisinya overload sekitar 154 persen,” papar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, saat press release.

PROMOSI

Kombes Pol Anom, mengakui solusinya akan menggeser tahanan yang sudah selesai vonis ke Lapas atau Rutan yang ada di Sumsel.

“Dari 946 orang tahanan di Polrestabes Palembang, sebanyak 335 orang ini sudah di eksekusi dan divonis, jadi kita akan geser ke Lapas atau Rutan di Sumsel. Setidaknya ini mengurangi overload,” jelasnya.

Dijabarkan Kapolrestabes, terdapat 276 tahanan masih dalam penyidikan dan 336 orang titipan jaksa.

“Jadi di masa pandemi ini, kapasitas tahanan sangat penting untuk ditindaklanjuti. Kami sudah koordinasi dengan Kejaksaan untuk mempercepat proses itu (pergeseran tahanan), penyidik juga akan mempercepat berkas. Dari Jaksa juga demikian, untuk menitipkan tahanan ke Lapas atau Rutan,” tandasnya.

Menurut orang nomor satu di Polrestabes Palembang ini, untuk penambahan gedung tahanan tidak dimungkinkan saat ini, karena membutuhkan proses yang panjang dan terlalu lama. Meski demikian, untuk para tahanan di Mapolrestabes Palembang tetap dituntut bisa menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya secara berkala memberikan layanan kesehatan, serta maintenance kebersihan dengan penyiraman disinfektan.

“Kita juga bekali para tahanan dengan masker agar tidak terpapar Covid-19 selama di tahanan,” ujarnya.

Kombes Pol Anom juga memaparkan, ada sekitar 50 orang tahanan titipan Jaksa. Namun sesuai SOP, mereka harus menjalani rapid test.

“Saat di rapid, ada 12 reaktif. Jadi 12 orang ini kita tunda masuk ke tahanan Polrestabes. Sementara 38 orang tahanan lainnya sudah masuk ruang tahanan saat ini. SOP kami memang jelas, sebelum masuk tahanan harus di rapid test,” pungkasnya.

Editor : Selfy

 

 

 60 Total Pembaca

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :