Rendahnya Status Kesuburan Tanah Lahan Perkebunan di Lampung Barat

  • Whatsapp

Reporter : Kartiko

Bacaan Lainnya

LAMPUNG BARAT, Mattanews.co
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat, melaksanakan Ekspose Peta Tematik Kesuburan Lahan Kabupaten Lampung BaratTahun 2020.

Kegiatan Penyusunan Peta Tematik Kesuburan Lahan Kabupaten Lampung Barat ini, bekerjasama dengan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unlam).

Peserta sosialisasi ini adalah beberapa perangkat daerah, yang terkait dengan kegiatan ini dan 15 peserta mewakili kecamatan di Kabupaten Lampung Barat.

Tim dari FP Unlam, dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Prof Irwan Sukri Banuwa sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat, Agustanto Basmar dalam sambutannya menjelaskan, dilakukannya penyusunan peta tematik kesuburan lahan ini dilatar belakangi oleh optimasi lahan pertanian/perkebunan, untuk meningkatkan produktifitas tanaman perkebunan khususnya kopi.

Tujuan Penyusunan Peta Tematik Kesuburan Lahan ini adalah menganalisis kesuburan tanah, pada lahan perkebunan kopi.

Serta merekomendasikan dosis pemupukan yang tepat sesuai hasil analisis tanah dan mencari opsi kebijakan mengoptimalkan produktifitas tanaman kopi.

Dekan Faperta Unila, Prof Irwan Sukri Banuwa menuturkan, dari 34 sampel contoh tanah yang diambil di 34 pekon pada 15 kecamatan di Kabupaten Lampung Barat, dari hasil analisis tanah menunjukkan penilaian status kesuburan tanah di Lampung Barat ternyata rendah.

Oleh karena itu direkomendasikan pemupukan per tahun untuk setiap tanaman kopi, yang berusia diatas 10 tahun pada lahan.

Dengan kesuburan sedang adalah Urea 400 gram, SP36 200 gram, Kcl 250 gram dan Kreserit 140 gram.

Sedangkan dosis pemupukan pada lahan dengan kesuburan rendah adalah Urea seberat 400-754 gram, SP36 seberat 200 – 206 gram, KCl seberat 250 gram, Kieserit seberat 140 – 166 gram dan Kalsit seberat 182 – 224 gram.

Dengan adanya rekomendasi ini, dia mrngharapkan dapat menjadi referensi bagi para petani, penyuluh, dan pegiat usaha budidaya kopi, dalam memberikan pupuk bagi tanaman kopi mereka.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *