Pandemi Covid-19 Bikin Sesak Nafas Penjual Terompet

  • Whatsapp
Andri (34) seorang penjual terompet perayaan tahun baru, warga Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Andri (34) seorang penjual terompet perayaan tahun baru, warga Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

 

Reporter : Gian

Bacaan Lainnya

MATTANEWS, CIAMIS – Kenyataan terpahit harus dihadapi oleh para penjual terompet di daerah Tasikmalaya dan Ciamis atau di daerah lainnya.

Penularan pandemi covid-19 yang kian meningkat di sejumlah wilayah termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengharuskan mengeluarkan surat edaran berupa larangan perayaan tahun baru disejumlah tempat.

Nestapa tersebut dialami Andri (34) seorang penjual terompet perayaan tahun baru, warga Desa Cikoneng, Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Ia bersama ayah dan keluarganya yang setiap tahun biasanya banjir order terompet perayaan tahun baru.

Pil pahit itu ia ceritakan kepada wartawan online ini Selasa (29/12/2020) dengan raut wajah termenung.

“Setiap tahun bagi keluarga kami tahun baru merupakan momen yang dinanti-nanti. Tak kurang 1000 terompet keluarga kami menjual tiap tahunnya. Namun untuk tahun ini, merupakan sejarah kelam bagi keluarga kami,” ungkapnya.

Situasi dan kondisi dampak dari pandemi covid-19, dikatakan Andri memang sangat dirasakan pada kalangan menengah kebawah terutama pada sektor perdagangan yang memang terbatasi karena faktor tatap muka yang di regulasi.

“Ya tiada kata selain pasrah. Toh mau maksa juga untuk apa dan ga ada gunanya,” ucapnya.

Andri yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh bangunan kini hanya mengandalkan kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Proyek lagi sepi, alesannya kan anggaran proyek pemerintah dialihkan ke covid, bantuan alhamdulillah kemaren dapat 100 ribu,” pungkasnya.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *