Selisih Kekalahan Satu Suara, Cakades Ini Banjir Tawaran dari Partai Politik

  • Whatsapp

Reporter : Gian

Bacaan Lainnya

CIAMIS, Mattanews.co – Usai mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Nasol Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, hanya dengan selisih satu suara pemilih saja, Irfan Somantri (27) kebanjiran tawaran untuk bergabung di Partai Politik.

Kepada mattanews.co Sabtu (25/12/2020) di kediamannya ia membenarkan bahwa pasca menuai keberhasilan yang tertunda di pilkades Nasol 19 Desember lalu, banyak partai politik yang hendak berlabuh kepada dirinya. Lantaran pada kontestasi tersebut ia hanya dikalahkan dengan selisih satu suara saja.

“Ya ada yang menawari saya, akan tetapi saya belum bisa menerima apabila harus berkiprah di partai politik, untuk saat ini saya fokus untuk melanjutkan usaha terlebih dahulu,” ujarnya.

Irfan menceritakan awal ia mendaftarkan diri sebagai cakades di tahun lalu, masyarakat seakan tidak percaya. Bahkan kakaknya yang sudah ditunjuk jadi panitia pilkades, sampai mengundurkan diri karena ia ikut mendaftar sebagai cakades.

“Waktu itu secara spontan tanpa dorongan dan paksaan oleh siapapun, bahkan untuk memenuhi persyaratan sebagai cakades saya dibantu oleh salah satu anak cakades lain,” ungkapnya.

Irfan berkeiinginan menunjukan bahwa para pemuda di desa Nasol itu ada, layak dan mampu untuk memimpin desa nya di masa yang akan datang.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka hasil kemarin dari perjalanan panjang, saya hanya kalah selisih 1 suara, kecewa pasti ada tapi inti dan hikmah dari pemilihan kemarin saya percaya bahwa kekalahan ini bukan akhir dari perjuangan, tapi awal tolak ukur saya untuk terus berkhidmat dan berkontribusi untuk desa nasol yang saya cintai,” tegasnya.

Irfan mengungkapkan ia merasa bangga kepada masyarakat desa nasol yang telah menciptakan suasana demokrasi di desa berjalan dengan aman, damai dan kondusif yang sukses tanpa ekses.

“Hikmah lain yang saya dapatkan, bahwa untuk membangun desa nasol tidak harus berpangku pada jabatan, tetapi dengan hal kecil yang kemarin saya lakukan desa nasol sudah dipandang sebagai desa yang sadar dan dewasa terhadap demokrasi,” pungkasnya.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *