2 Tahun Teka-Teki Pembunuhan Pelajar di Bogor Belum Terungkap

  • Whatsapp
Para kerabat korban penusukan, Andriana Yubelia Noven Cahya melakukan tabur bunga di lokasi kejadian, Kamis (10/1/2019) lalu. Tabur bunga tersebut dilakukan untuk mengenang korban. (Bambang/Mattanews.com)
Para kerabat korban penusukan, Andriana Yubelia Noven Cahya melakukan tabur bunga di lokasi kejadian, Kamis (10/1/2019) lalu. Tabur bunga tersebut dilakukan untuk mengenang korban. (Bambang/Mattanews.com)

Reporter : Bambang MG

MATTANEWS.CO, BOGOR – Sekelompok orang yang menamakan dirinya komunitas Help Noven, mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku penusukan terhadap seorang pelajar SMK Baranangsiang Kota Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya.

Bacaan Lainnya

Bahkan mereka membuat sebuah pamplet yang disebar ke media sosial (medsos), dengan tujuan agar viral di medsos.

Dua tahun lalu, gadis cantik berusia 18 itu menjadi korban pembunuhan sadis. Seorang pria tak dikenal menikam korban pakai badik di bagian dada kiri, di sebuah gang kecil Jalan Riau, RT 4/3, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tak jauh dari tempatnya menimba ilmu. Namun hingga kini, kasus ini menyimpan tanda tanya besar, karena polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Greg Jacko, Dewan Pembina Komunitas Help Noven menilai, seharusnya pihak kepolisian bisa bekerja lebih cepat mengungkap kasus pembunuhan Noven.

Hal tersebut kareana berdasarkan rekaman CCTV yang ia saksikan, sangat jelas terlihat perawakan dari pembunuh Noven.

“Keseriusan polisi khususnya Polresta Bogor dalam mengungkap kasus ini, memang dipertanyakan. Apalagi ada CCTV yang resolusinya lebih tinggi,” ucapnya, Sabtu (9/1/2021).

Di tanggal 4 Agustus 2020 lalu yang menjadi perkembangan terakhir, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Bahkan polisi pernah berucap, bahwa telah menemukan bukti baru dalam kasus penusukan terhadap korban dua tahun silam.

Pihak polisi juga sempat mengundang kembali, saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Noven. Hanya saja saat itu terkendala Covid-19, apalagi pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jadi terkendala, karena saksi tak hanya dari Bogor, ada juga yang dari Jakarta, Bandung dan Cirebon,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik.

Sementara, Ayah Noven, Yohanes menyebut mendengar kabar perkembangan kasus putrinya pada tanggal 29 Juli 2020 lalu.

Saat itu dikupas tuntas oleh Mata Najwa dan setelah kurang dua minggu dari acara mata Najwa, kepolisian Polresta Bogor Kota merespon dengan menyatakan akan memanggil ulang 34 saksi untuk diperiksa.

“Itu update terakhir yang polisi berikan lewat media. sebelumnya setiap ada statement dari pihak keluarga ke media, selalu ditanggapi dengan berita yang indah-indah,” katanya.

Seperti contoh, ada informasi jika terduga pelaku pembunuh Noven sudah diamankan. Ketika keluarga korban mengecek langsung ke Bogor, ternyata tidak ada satu orang pun yang diamankan.

Yohanes berharap meski kasusnya sudah dua tahun, pihak keluarga berdoa pelaku penusukan putrinya bisa tertangkap.

“Selama ini kami diam bukan berarti tidak mengharap kejelasan, tidak berarti kami berhenti untuk mencari keadilan, saya berharap pelaku pembunuh anak saya bisa segera ditangkap,” katanya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *