Aktivitas TI Tungau Pantai Toboali Dilumpuhkan, Masyarakat Tuntut Pihak Berwenang Cari Solusi

  • Whatsapp

Reporter : Nopri

MATTANEWS.CO, BANGKA SELATAN Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang begitu besar khususnya pada sektor perekonomian Indonesia, termasuk dilumpuhkannya aktifitas
TI Tungau Pantai Toboali. Kini masyarakat harus berjuang menopang hidupnya, namun diharapkan pihak berwenang mencari solusi tepat, Jumat (8/1/2021).

Ketua Badan Pengurus Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Bangka Selatan, Devisa Saputra menilai, saat ini masyarakat mencoba dengan sendirinya untuk bertahan hidup dan meningkatkan perekonomian mereka, tak terkecuali masyarakat yang berprofesi sebagai penambang.

“Logika sederhana yang terbangun di kalangan penambang, pertambangan jalan, ekonomi berkembang dan ekonomi berkembang, masyarakat pun sejahtera. Sementara, tren alat produksi pertambangan pun menjadi lebih kecil dengan daya tambang yang tidak sebesar sebelumnya, karena keterbatasan modal dan faktor lainnya, sehingga para penambang pun membuat alat produksi yang lebih hemat biaya yang mereka namakan dengan TI Tungau,” jelasnya.

Dilanjutkan Saputra, Ditengah himpitan ekonomi, lapangan pekerjaan yang belum tersedia secara massif, kebutuhan dasar yang kian hari kian sulit, terealisasi mereka fokus dengan dunia pertambangan yang merupakan alat pencari rezeki yang halal.

“Baru saja masyarakat tersebut mencari rezeki yang halal di seputaran pantai Toboali dan belum sempat mereka menerima hasil yang diharapkan, aktivitas pekerjaan mereka pun dihentikan. Di satu sisi kita sedih betapa anak negeri seperti tak punya hak di negerinya sendiri, namun disisi lain kita mencoba memahami bahwa memang harus ada ketertiban yang ditegakkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu memberikan pernyataan sikap untuk membantu memberikan pandangan dan solusi dalam menghadapi permasalahan tersebut.

“Untuk masyarakat penambang, kami mohon untuk tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyalahkan pihak manapun, apalagi untuk melakukan tindakan anarkis, lalu kepada pihak yang berwenang, kami berharap agar sesegera mungkin untuk mengeluarkan kebijakan pro rakyat agar aktivitas rakyat ini bisa dilanjutkan, terakhir kepada seluruh masyarakat, TNI dan Polri untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Junjung Besaoh,” tukasnya.

Editor : Selfy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *