Bandar Sabu Jaringan Sumsel Ditangkap, Polisi Sita 210 Gram Sabu

  • Whatsapp
AKBP Siswandi, saat jumpa pers dihalaman Polres Prabumulih, Rabu (13/1/2021).
AKBP Siswandi, saat jumpa pers dihalaman Polres Prabumulih, Rabu (13/1/2021).

Reporter : Oldie

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Polisi tangkap tiga orang bandar sabu di Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel), satu diantaranya diduga terlibat dalam jaringan antar kabupaten kota di Sumsel.

Pelaku yakni Adi Candra (30) warga asal Lorok Pakjo Kota Palembang, sementara dua lainnya Harmoko warga Prabumulih dan Popy warga asal Baturaja Ogan Komering Ulu (OKU). Pelaku Adi ditangkap di Rumah Makan Siang Malam, Kecamatan Cambai Prabumulih. Pelaku digerbek saat berada di travel jurusan palembang-prabumulih, Selasa (12/1/2021) sekira pukul 08.00 Wib.

“Ketiganya di tangkap dilokasi dan waktu yang berbeda. Pelaku Popy ditangkap pada tanggal (5/1/2021) sedangkan Harmoko ditangkap pada tanggal (7/1/2021),” singkat AKBP Siswandi, saat jumpa pers dihalaman Polres Prabumulih, Rabu (13/1/2021).

Siswandi mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada narkoba yang masuk dari wilayah Palembang ke Prabumulih. Dari laporan itu lanjut Siswandi, pihaknya langsung bergerak cepat dan melakukan penyidikan.

“Kita tindak lanjuti dan ternyata benar, Adi kita tangkap saat berada di travel dari Palembang. Kita geledah dan menemukan sabu seberat 210 gram,” kata Siswandi.

Mantan Kasat Narkoba Polresta Palembang ini juga mengatakan, sebelumnya pelaku Adi pernah terlibat kasus narkoba dan pencurian di wilayah Palembang. “Iya pernah terlibat hukum, kasus narkoba dan pencurian helm di Palembang,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan, penangkapan ini merupakan ungkap kasus narkotika yang terbesar di awal tahun 2021. Pihaknya juga fokus dan tegas untuk kasus peredaran narkoba di wilayah Prabumulih.

“Untuk ungkap kasus narkotika dibanding polres yang lain, polres Prabumulih yang terbesar. Untuk awal tahun ini ya,” tegas dia. Sementara itu pelaku Adi mengaku, dirinya di upah sebesar satu juta rupiah untuk mengantarkan barang haram tersebut. Rencanaya narkoba tersebut akan kembali di edarkan di Kota Prabumulih.

“Baru sekali ini pak, saya di upah Rp 1 juta rupiah. Saya hanya disuruh mengantarkan ke Prabumulih, untuk penerimanya saya tidak tahu pak,” ungkap Adi kepada wartawan. Akibat perbuatannya ketiga pelaku dikenakan undang-undang narkotika dan terancam maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *