Catatan VOC Abad 17: Jangpati Penguasa Wilayah Ciamis

  • Whatsapp
Sejarahawan muda Ciamis Indra Sugih S.P.d.

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Perihal wacana Kabupaten Ciamis yang berganti nama menjadi Galuh. Sejarahawan muda Ciamis Indra Sugih S.P.d., ikut memberikan pendapat saat dihubungi Reporter Mattanews.co. Selasa (12/1/2021).

Menurut Indra, bahwa untuk perubahan suatu nama adalah hak. Namun bila mengaitkannya dengan latar sejarah, kita wajib berbicara jujur. Karena, nama kabupaten Galuh itu, baru ada di awal abad-19, bukan dari tahun 1642 atau abad-17 pertengahan.

“1642, itu adalah perpindahannya pusat pemerintahan Gara tengah. Salah satu Kabupaten di antara Kabupaten, yang berada di wilayah eks Kerajaan Galuh,” ujar Indra.

Perpindahan pusat pemerintahan ke Barunay oleh R. Adipati Arya Panji Jayanagara/Mas Bongsar, putra Adipati Imbanagara, yang tewas dihukum atas perintah Sultan Mataram. Itu cukup rancu, apabila nama Kabupaten Galuh dipakai setelah perpindahan dari Gara tengah ke Barunai.

Karena R.A.A Panji Jayanegara, menamai Kabupatennya atas perintah Sultan Mataram, itu Kabupaten Imbanagara. Sebagai bentuk penghormatan dan permohonan maaf, secara tidak langsung Sultan Mataram atas kekeliruan. Dalam insiden, tewasnya Adipati Imbanagara.

“Untuk kasus Rd. Tumenggung Sastrawinata yang dituduh sebagai penghilang nama Galuh. Dan, digantikan dengan nama Ciamis, saya rasa sangat syarat muatan politis, yang masih kontroversi,” terangnya.

“Namun, pendapat saya pribadi R.T Sastrawinata, jelas mempunyai dasar alasan,” ucap Indra.

Indra juga menyebutkan, ketika Pusat Pemerintahan di Tjibatu (Pusat Kabupaten Sekarang), adalah bagian dari wilayah Kekuasaan Penguasa Ciamis. Yaitu, Jangpati, dalam catatan VOC abad 17 akhir, merupakan nama dari penguasa wilayah Ciamis.

Permasalahan nama Ciamis yang ingin diganti Galuh, karena arti dari Nama Ciamis yaitu Cai Hanyir (air bau amis), menurut Indra itu sebuah kebohongan. Dan, manipulatif yang punya kepentingan politis.

Sebab sudah jelas, ini buatan orang sunda. Yang berarti Ciamis adalah air yang manis.

Indra menambahkan, kalau mau merujuk pada dasar sejarah, harus rapi. Jangan menjatuhkan demi mengangkat, karena itu perbuatan licik dan tidak terpuji. Karuhun (leluhur) Galuh pun, tidak akan menerima.

“Jika memang tetap ingin diganti jadi Kabupaten Galuh, itu adalah hak dan sah-sah saja. Apabila, ada kesepakatan bersama yang selaras,”

“Namun kita wajib meluruskan sejarahnya, sejarah yang selama ini sering dijadikan doktrin politik, guna menghina-hina dan merendahkan nama Ciamis tersebut. Sebab sama dengan menghina karuhun, yang dahulu menempati tempat yang sekarang jadi Kabupaten Ciamis,” tutupnya.

Editor: Fly

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *