Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu Tempe di Palembang akan Mogok Produksi

  • Whatsapp
Produsen tahu tempe di Macan Lindungan Palembang Sumsel akan menggelar mogok kerja karena harga bahan kacang kedelai meroket (Janes MG / Mattanews.co)
Produsen tahu tempe di Macan Lindungan Palembang Sumsel akan menggelar mogok kerja karena harga bahan kacang kedelai meroket (Janes MG / Mattanews.co)

Reporter : Janes MG

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Akibat harga kacang kedelai selalu naik, Paguyuban Tempe dan Tahu Macan Lindungan di Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang Sumatera Selatan ( Sumsel ), berencana mogok produksi.

Koordinator Paguyuban Tempe dan Tahu Macan Lindungan Palembang Siswa Waluyo mengatakan, mereka akan menggelar aksi mogok produksi tahu tempe dari tanggal 11 Januari 2021 hingga 13 Januari 2021 mendatang.

Siswa merinci, harga kedelai pada bulan Juli 2020 lalu masih Rp7.000 per Kilogram (Kg). Dan di bulan Januari 2021 ini, harga kacang kedelai mencapai Rp9.200 per Kg. Sehingga beberapa produsen mematok harga tempe mahal dari harga sebelumnya.

“Mau dari mana lagi keuntungan para produsen tahu tempe jika modalnya saja tinggi,” ucapnya di rumah produksi tahu tempenya di Macan Lindungan Palembang, Sabtu (9/1/2021).

Ia juga melihat, ada beberapa perajin tahu dan tempe yang mengubah ukuran dan bobotnya untuk menekan penggunaan bahan kedelai.

Proses produksi tempe di kawasan Macan Lindungan Palembang Sumsel (Janes MG / Mattanews.co)
Proses produksi tempe di kawasan Macan Lindungan Palembang Sumsel (Janes MG / Mattanews.co)

Karena belum kepastian batas kenaikan kacang kedelai, sehingga nantinya mereka mau mengupayakan bagaimana agar bisa mendapatkan omset.

“Saat ini daya beli masyarakat berkurang. Kita mau mendapatkan keuntungan bagaimana lagi, apakah kejadian sebelumnya akan terjadi lagi. Karena banyak karyawan perajin tempe banyak di-PHK,” ujarnya yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia ( PUSKOPTI ) Palembang.

Sebelumnya, aksi mogok produksi tahu dan tempe ini pernah terjadi pada tahun 2003, 2008 dan 2011. Aksi tersebut dilakukan, karena kenaikan harga kedelai seperti saat ini.

Dirinya juga mengungkapkan, jika di tahun ini aksi mogok dilakukan di wilayah Palembang saja. Sebelumnya, di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek), sudah duluan melakukan aksi mogok produksi.

“Kami sebenarnya memikirkan para konsumen kami. Namun jika harga kedelai terus menaik, kami bisa apa lagi. Kita tahu sendiri, tahu dan tempe itu makanan murah yang lebih bagus dari daging,” ungkapnya.

Siswa juga mengutarakan, kedelai berasal dari luar negeri sebesar 70 persen dan 30 persennya dari petani Indonesia.

Dia meminta ke pemerintah, untuk lebih memperhatikan petani kedelai agar tidak impor lagi kedelai. Atau perbandingannya 50:50 antara kacang kedelai lokal dan impor.

Koordinator Paguyuban Tempe dan Tahu Macan Lindungan Palembang Siswa Waluyo (Janes MG / Mattanews.co)
Koordinator Paguyuban Tempe dan Tahu Macan Lindungan Palembang Siswa Waluyo (Janes MG / Mattanews.co)

“Indonesia butuh pasokan kedelai 3 juta ton dalam setahun. Sementara petani Indonesia hanya mempu memenuhi 400.000 ton, sisanya kita impor. Lebih baik pemerintah lebih memberikan subsidi ke petani Indonesia,” katanya.

Kebutuhan kedelai di Sumsel, lanjutnya membutuhkan 300.000 ton. Sementara di Palembang, kacang kedelai membutuhkan 1.500 ton, untuk mencukupi ratusan perajin tempe di Palembang.

“Kita berharap pemerintah pusat memberikan kebijakan yang bijaksana. Karena permasalahan kenaikan yang signifikan ini, terjadi sejak tahun 1998 setelah lepas dari bulog,” ujarnya.

Dari pantauan Mattanews.co, Siswa Waluyo yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT), mengajak seluruh produsen tempe tahu di Macan Lindungan, untuk membersihkan kali di sekitar lingkungannya.

Kegiatan ini dilakukannya sebagai upaya mengisi kekosongan selama mogok produksi tahu tempe selama tiga hari ke depan.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *