Menguak Tapak Karuhun di Situs Gandoang Wanasigra Ciamis

  • Whatsapp
Desa Wisata di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis
Desa Wisata di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis

Reporter : Gian

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, KABUPATEN CIAMIS – Desa Wisata di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, yang berbatasan dengan Kota Tasikmalaya Jawa Barat ini, memiliki beragam Destinasi Wisata. Yang hangat diperbincangkan, adalah Situs Budaya Gandoang.

Di pagi yang indah, Rabu (13/1/2021) Tim dari Mattanews.co mengunjungi Situs Budaya Gandoang yang berada di Desa Wisata Wanasigra yang sarat mempertahankan budaya leluhur ini.

Sesampainya di lokasi Situs Gandoang, ditemani Kepala Desa Wanasigra Yudi serta beberapa jajaran staf Desa, tim Mattanews.co disambut hangat dan akrab oleh jajaran perangkat desa yang ramah.

Sebelum melaksanakan eksplorasi di situs Gandoang itu, Kepala Desa memimpin penelusuran yang diawali dengan berdo’a. Terlebih, situs yang dikunjungi merupakan peninggalan sejarah para leluhur.

Ketika memasuki area situ Gandoang, para pengunjung diharuskan melepas alas kaki. Karena itu sudah merupakan tradisi yang harus dipatuhi.

Diawal perbincangan, Yudi Sang Kepala Desa menyampaikan rasa bangga dan kagum kepada segenap masyarakatnya, dalam menata desa yang indah dan subur ini agar menjadi salah satu desa tujuan wisata. Hal ini juga senada dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang ingin memajukan pariwisata Indonesia khususnya di wilayah Tatar Galuh Ciamis.

“Ini berkat kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah Desa Wanasigra, dan tentunya dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis,” ungkap Yudi.

Pada kesempatan tersebut Yudi juga berpesan untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, karena salah satu masalah krusial dalam pengembangan pariwisata adalah kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan.

“Ornamen keindahan alam ini adalah anugerah Allah yang harus dijaga. Ini adalah amanah baik untuk masyarakat maupun pengelola dan pengunjung. Tentunya agar kita tetap selalu bersyukur,” ucapnya.

Lanjut Yudi, Gandoang kini terkenal dan banyak menjadi bahan pembicaraan masyarakat priangan. Ia menjelaskan secara hal terkait dengan situs sejarah dan budaya tersebut. Termasuk keberadaan sebuah buku 36 halaman berisi naskah yang ditulis dengan huruf dan bahasa kuno, yang menguraikan tentang sejarah Wanasigra.

“Buku itu merupakan peninggalan dari leluhur wanasigra yang hingga kini belum dapat diterjemahkan semuanya. Selain dari pada buku, Gandoang setiap tahun masih mengadakan Tradisi Merlawu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Nono, Kepala Dusun Cimamut menguak tentang kisah tradisi Merlawu yang hingga kini rutin masyarakat Desa Wanasigra rayakan.

“Merlawu adalah sebuah acara tradisi budaya di Situs Gandoang desa
Wansigra. Merlawu biasa diadakan pada bulan Rabiul Awal atau Maulud pada setiap tahunnya,” ungkap Nono.

Nono menjelaskan, acara Merlawu terbagi kedalam tiga sesi, antara lain NGARANGKE yaitu acara tradisi membuat rangkaian pagar bambu untuk mengganti pagar bambu lama di sekeliling makam Syeh Padamatang. Lalu, SIRAMAN yakni acara tradisi mencuci benda-benda pusaka, baik benda pusaka peninggalan Syeh Padamatang maupun milik penduduk setempat.

Kemudian MERLAWU yaitu acara puncak dari prosesi tradisi budaya di Situs Gandoang, yaitu bertawasul bersama di makam Syeh Padamatang. Acara Merlawu biasanya diakhiri dengan botram atau makan bersama diareal Situs Gandoang.

“Pada saat perayaan Merlawu, dari mulai shubuh seluruh masyarakat se-Desa tak terkecuali berangkat ke Gandoang menyusuri jalan setapak. Acara tersebut hampir sama persis ketika perayaan lebara menjelang shalat ied tiba,” paparnya.

Keunikan lainnya dijelaskan Nono bahwa di Desa Wisata Wanasigra ada beberapa ada tradisi yang masih dijaga hingga kini.

“Jadi kalau masyarakat disini tidak boleh membuat sumur dengan bentuk bulat, harus berbentuk persegi. Selain itu, di daerah Desa kami sangat dilarang ada bunyi-bunyian Gong (Alat Musik Sunda), lantaran itu merupakan tradisi turun temurun,” ujarnya.

Selain memiliki potensi wisata budaya, tata kelola Desa Wisata Wanasigra sangat menakjubkan. Diantaranya area pesawahan yang sangat asri nan indah, terdapat pula jembatan pelangi yang sangat bagus untuk ber swa foto. Dan yang terbaru adalah disebelah selatan Gandoang kini telah ada rekreasi wahana alam berupa Arum Jeram di Sungai Citanduy.

Itulah eksplorasi tim Mattanews.co di Desa Wisata Wanasigra Ciamis. Bagi yang penasaran, anda harus mencoba mengunjunginya.

Editor : Chitet

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *