Penyelesaian Exit Tol Jejawi OKI Tak Kunjung Difungsionalkan

  • Whatsapp
Gerbang Tol Jejawi Kayu Agung OKI Sumsel (Rachmat Sutjipto / Mattanews.co)
Gerbang Tol Jejawi Kayu Agung OKI Sumsel (Rachmat Sutjipto / Mattanews.co)

Reporter : Rachmat Sutjipto

MATTANEWS.CO, OGAN KOMERING ILIR – Pengguna kendaraan ruas Tol Kayu Agung-Palembang meyayangkan hingga kini, karena Exit Tol Jejawi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) belum dapat dipastikan berfungsi.

Bacaan Lainnya

Padahal, proyek Exit Tol ini sendiri, diklaim sebagai jalan penyintas bukan hanya menguntungkan warga Jejawi OKI Sumsel. Namun juga warga Muara Batun dan sekitarnya, yang turut terbantu.

Untuk menuju ke Palembang, masyarakat tidak perlu ke Kayu Agung terlebih dulu, atau terpaksa menggunakan jalan umum dengan waktu tempuh yang lebih lama.

Namun sayang, hingga kini pihak pengelola tol sepertinya pasrah, ketika mendapati sejumlah masyarakat disinyalir mengklaim lahan di bantaran sungai.

Yang terletak pada bagian ujung dari ruas jalan keluar, menuju jalan umum tersebut belum menemui kesepakatan ganti rugi.

Berlarut-larutnya persoalan ini sendiri, menurut Lembaga Pemantau Kebijakan Publik Kabupaten OKI Harry Putra, seharusnya proyek telah diselesaikan sejalan dengan difungsionalkan ruas jalan tol tersebut.

Ia menegaskan, bahwa dengan kondisi sekarang ini, boleh dibilang jalan tol tersebut belum bisa dikatakan layak atau belum memenuhi standar pelayanan maksimal,

“Dengan tarif seperti sekarang, masih dibilang jauh dari standar pelayanan. Terlebih, bukan saja keamanan yang terbilang rawan, kesiapan fungsional jalan tol tersebut juga seperti dipaksakan. Penyelesaian exit tol Jejawi yang tak kunjung tuntas contohnya,” ujarnya, Jumat (8/1/2021).

Harry juga menilai, keterlambatan proyek exit tol ini sendiri merupakan ketidakmampuan pihak pengelola, dalam bernegosiasi dengan masyarakat setempat,

“Bila demikian, harusnya disesuaikan dengan pemberlakuan tarif. Bukan seperti sekarang, masyarakat mengeluh terkait hal ini. Bagaimana mungkin di ruas jalan berbayar, tetapi masih dipenuhi lubang yang menganggu,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanahan OKI Dedi Kurniawan menyatakan kesiapannya, memfasilitasi berbagai pihak agar Exit Tol tersebut dapat segera difungsionalkan.

Ia menuturkan, pengalaman dirinya sebagai pemangku kepentingan sebagai Camat Kayu Agung yang kerap diterpa permasalahan ganti rugi jalan tol.

Menurutnya, berbagai pihak diharapkan mengedepankan kepentingan umum ketimbang mendahulukan ego sektoral dalam menyelesaikan permasalahan ini,

“Dengan menjunjung tinggi semangat kepentingan umum menjadi tujuan sebagai solusi, yakinlah sebesar apapun permasalahan dapat diselesaikan. Terlebih lagi, persoalan exit tol tersebut hanya menyisakan sepersekian persen hingga rampung sepenuhnya,” saran Dedi.

 

Sengketa Bantaran Sungai

Deputi Waskita Sriwijaya Tol, Yusar Ar Rosadi berpendapat, lahan yang berada di bantaran sungai masih bersengketa dengan masyarakat sekitar. Padahal menurutnya, progres proyek itu sendiri sudah mencapai 99 persen,

“Masyarakat setempat menghalangi pekerja untuk menuntaskan proyek exit tol tersebut dengan mengklaim kepemilikan tanah mereka yang belum diganti rugi,” katanya.

Yusar juga justru mendorong pihak pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan setempat untuk duduk bersama dalam menyelesaikan permasalahan ini agar pihaknya dapat segera menuntaskan exit tol yang dimaksud,

“Kami siap untuk segera menyelesaikan Exit Tol Jejawi dan untuk saat ini pengerjaan dari 1 persen dan progres sekarang sudah 99 persen,” ucapnya.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *