Gaji Pensiunan Dipotong Tanpa Izin, Pensiunan Pusri Lapor ke SPKT Polda Sumsel

“Dana sosial itu untuk Dana kematian, tapi jika kita tidak melapor maka uang dukanya tidak akan keluar kita yang tinggal dikota saja tidak diberikan apalagi yang tinggal di daerah. Kita ikut iuran kematian di perkampungan dengan iuran sebesar Rp.5.000,- sebulan kita sudah dapatkan peralatan kematian lengkap ditambah tenda lagi, jika ditotal bisa mencapai lebih dua juta, sementara PPK Pusri dengan iuran Rp. 15.000,- memberikan uang santunan kematian sebesar Rp. 2.500.000,”jelasnya.

Dengan adanya laporan ini, para Relawan Purna Bakti Sriwijaya (RPBS) berharap polisi segera memproses laporan mereka dan segera melakukan penyelidikan dan bisa memproses secara hukum semua pihak yang terlibat dalam aksi penipuan dan penggelapan uang gaji para pensiunan karyawan pusri.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Pensiunan Karyawan Pusri, H. Syahrul Effendi, SE ketika dikonfirmasi terkait laporan tersebut mengaku sudah mengetahui rencana para pensiunan pusri untuk membuat laporan.

“Ya sah sah saja mereka melapor semuanya sudah saya jelaskan kepada para pensiunan tapi tidak ada titik temu. Saya juga siap memenuhi panggilan jika memang nantinya dipanggil oleh polisi,”ucapnya.

Bagikan :

Pos terkait