Kebakaran Lahan Basah: Mengungkap Ancaman di Balik Kabut Asap

Salah satu praktek yang seringkali mengakibatkan kerusakan lahan basah umumnya disebabkan karena kegiatan membuka lahan dengan metode tebang bakar.

Metode ini dipilih karena memiliki berbagai keuntungan seperti prosesnya mudah, murah dan cepat serta dapat membantu menambah peningkatan unsur hara agar tanah menjadi lebih subur.

Di Sumatera Selatan, kebakaran hutan menjadi hal yang rutin terjadi hampir setiap tahun di musim kemarau. Dilansir dari detiksumbangsel.com, luas lahan gambut yang terbakar di Pulau Sumatera tepatnya di Sumatera Selatan per 10 Oktober 2023 yaitu mencapai 32.000 hektare.

Kebakaran ini paling banyak terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan sudah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir telah mengkonfirmasi bahwa area yang terbakar berupa lahan gambut meliputi semak belukar, purun, ilalang dan gelam yang memiliki kedalaman 50 cm.

Bagikan :

Pos terkait