MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG– Dibalik luasnya tambak warga, tersembunyi pantai yang indah seolah melihat paras cantiknya bidadari. Setiap yang melihatnya bakal terpesona dengan keelokan ‘wajah’ rupawan dan jauhnya lokasi dari pusat kota tak terasa setelah tiba ditempat.
Lokasi pantai yang masih belum terjamah oleh kunjungan manusia, juga tanpa polesan spot-spot yang dibangun disana-sini. Tambak warga yang berada didepan tidak bakal menghalangi pandangan untuk melihat indahnya alam Ciptaan Allah Swt.
Itu lah Pantai Pulau Rukui, dimana hamparan pasir nya terlihat apik dan indah yang berada diujung. Di sana pasirnya landai tanpa kerikil atau bebatuan, bak segitiga sama sisi. Pantai itu juga seperti membentuk teluk, pertemuan air laut dan sungai.
Dibelakang pasir, pohon pinus berdiri sejajar tak beraturan seolah berbaris menghadang angin pantai yang sepoi melambaikan daun pinus yang berbentuk jarum. Lambaian daun pinus ini menghasilkan musik berupa bisikan tanpa dirijen, namun kompak diiringi deburan ombak yang ‘menampar’ pantai terdengar dari kejauhan.
Pasir dan pantai, ombak dan pohon pinus yang berbaris dibelakang pantai menambah keindahan Pantai Pulau Rukui.
Alunan musik dari daun pinus berbisik ditingkahi deburan ombak menambah syahdunya suasana di pantai yang dianggap pengunjung masih ‘perawan’ dikarenakan belum banyak yang melancong ke objek wisata pantai nan indah tersebut.
Salah satu warga yang melintas, Syukri (34). Warga setempat pun bersedia menjadi pemandu jalan yang mengantarkan sampai ke bibir pantai.
Sebelumnya, menuju ke Pantai Pulau Rukui menempuh perjalanan dari Kota Langsa lumayan jauh. Dari jalan lintas Nasional Banda Aceh tepatnya dari Simpang Opah. Perjalanan dilanjutkan ke Simpang Empat Pasar Kota Opah, lalu berbelok ke sebelah kiri.
Dari sana, pengunjung mengendarai sepeda motor sekira kira 12 km. Selanjutnya melewati puluhan hektar tambak milik warga yang terlihat disisi kiri dan kanan. Pemandangan ini merupakan daya pikat lainnya yang menjadi kesenangan tersendiri bagi pelancong.
Begitu menapak di jalan masuk ke bibir pantai, pengunjung disambut oleh Uti (50) penjaga warung yang ramah menyapa. “Mampir pak, silakan Istirahat dulu,” ujar Ibu paruh baya ini, Minggu (18/2/2024)
Di hari libur, puluhan pengunjung dari dalam dan luar daerah melancong di tempat ini. Pantai yang dikelola masyarakat setempat, menjadi lokasi liburan akhir pekan, umumnya warga Aceh Tamiang yang sering datang.
Masing-masing wisatawan, baik lokal maupun dari luar Aceh Tamiang, memiliki alasan tersendiri saat menikmati suasana pantai. Ada yang mengatakan, ketika melihat laut lepas, hati menjadi tenang. Adapula yang menilai hempasan angin pantai membuat dirinya terhanyut.
“Pokoknya tak bisa dijelaskan dengan kata -kata lah, nikmati aja, ada sesuatu yang membuat bahagia dan senang,” ujar Rama salah seorang pengunjung dari Kampung Simpang Kiri, Aceh Tamiang kepada Mattanews.co, Minggu (17/02/2024)
Rama dan temannya datang ke pantai ini, selain untuk hunting foto bakalan di posting di media sosial sekaligus untuk mengisi hari libur di akhir pekan.
“Sudah menjadi kebiasaan bagi setiap orang mengunjungi tempat wisata, salah satu tujuannya adalah menikmati keindahan pantai untuk melepas penat setelah berhari-hari menjalankan aktifitas,” ungkapnya lagi.
Hamparan pasir yang terbentang luas dan air laut yang berwarna biru dipayungi dengan langit biru pula, semakin menambah takjub bagi yang melihatnya. Rasa lelah diperjalanan terbayar sudah, ketika melihat dan merasakan suasana indahnya pemandangan saat menapakkan kaki di bentangan pasir.
Destinasi pantai yang memiliki degradasi warna antara pasir putih kecoklatan dengan birunya laut dan putih biru langit menambah pesona kecantikan alami yang belum dipoles di Pantai Pulau Rukui ini.
dengan langit biru pula, semakin menambah takjub bagi yang melihatnya. Rasa lelah diperjalanan terbayar sudah, ketika melihat dan merasakan suasana indahnya pemandangan saat menapakkan kaki di bentangan pasir.
Destinasi pantai yang memiliki degradasi warna antara pasir putih kecoklatan dengan birunya laut dan putih biru langit menambah pesona kecantikan alami yang belum dipoles di Pantai Pulau Rukui ini.
Selain pengunjung, di pantai itu beberapa nelayan melakukan aktifitasnya mencari ikan dengan pukat yang ditebar menjurus ke laut. Saat nelayan tarik pukat, menjadi pemandangan dengan keunikan tersendiri. Bagi yang ingin mengambil swafoto untuk akun media sosialnya, hal ini menjadi daya jual yang tinggi bagi dunia luar. Selain itu, ada pula dengan cara memancing.
Maula (27) nelayan sempat, mengatakan dihari libur biasanya banyak pengunjung. Namun dikarenakan air laut pasang hingga meluber hingga ke jalan menuju ke pantai dan membuat jalanan licin.
“Air laut lagi pasang bang, jalanan becek dan licin. Itu hanya saat air pasang purnama saja,” ujar Maula seraya mengutip ikan yang terperangkap jaring.
Pantai Pulau Rukui ini masih sangat natural. Pengelolaan oleh masyarakat setempat belum ada perubahan secara signifikan. Meskipun demikian, warga yang ingin mencari suasana natural, pantai ini sangat direkomendasikan menjadi salah satu objek wisata di Aceh Tamiang.
Sore ini, matahari mulai condong ke barat. Suasana sunset dapat dilihat di pantai ini. Hembusan angin dan derunya ombak menyambut senja di hari itu. Itu pertanda bahwa pengunjung seolah dipersilakan mengangkat kakinya dari pantai yang tersembunyi nan cantik ini. (Burhan)














