Petugas Ukur Divonis 3 Tahun, PH Ajukan Banding

“Berartikan bukan pemalsuan namanya, jelas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa klien kami tentang pemalsuan, jika ada merubah atau mengurangi sehingga menyebabkan data awal tidak sama dengan data yang sekarang itu baru bisa didakwa pemalsuan,” tegasnya.

Menurut kami proses ini seperti Skenario yang harus menghukum oknum orang BPN, inikan semua produk BPN, kalau palsu artinya ada yang menirukan, apakah dalam fakta persidangan sudah bisa dibuktikan, bahwa surat no:2155 adalah hasil tiruan Apriansyah, sehingga timbul surat no:2170 dan 2171.

“Karena kalau kita lihat data sertifikat no:2155 ke no:2170 dan no:2171 itu tidak ada yang berubah, yang berubah adalah data sertifikat no:1768 ke no:2155, sehingga karena kekeliruannya, majelis hakim telah mencampur adukan proses sertifikat no:1768 ke no:2155. Padahal itu bukan perbuatan terdakwa Apriansyah dan terbukti EPJB yang dilakukan dr Vidi ke Ridwad adalah sertifikat no:2155, tidak pernah mengatakan no:1768,” terangnya.

Bagikan :

Pos terkait