POLITIK

10 Kecamatan Dilanda Banjir, Bupati Kapuas Hulu: Tetap Waspada

×

10 Kecamatan Dilanda Banjir, Bupati Kapuas Hulu: Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Bupati Fransiskus Diaan saat meninjau banjir. (Dok Prokopim Kapuas Hulu)

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Beberapa hari belakangan ini, curah hujan di sebagian wilayah Kabupaten Kapuas Hulu relatif tinggi. Sehingga menyebabkan terjadinya banjir di sekitar pemukiman warga maupun merendam fasilitas umum, seperti bangunan sekolah, jalan raya dan ruas jalan antar kecamatan dan desa.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menghimbau masyarakat agar senantiasa waspada dengan potensi bencana banjir dan longsor.

“Jadi kita harus waspada akan terjadinya banjir dan tanah longsor. Kita harus sama-sama antisipasi banjir apabila hal itu terjadi dan juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan,” pesan Fransiskus Diaan.

Selain itu dirinya juga sudah meminta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kapuas Hulu menyiapkan Posko Batingsor di Kantor BPBD dan bekerja mulai dari menyalurkan bantuan dan lain-lain dalam mengantisipasi penangan dampak bencana.

“Bahkan melalui BPBD kita sudah menyurati ke semua camat terkait lokasi evakuasi di masing – masing kecamatan jika nantinya terjadi kedaruratan di masing – masing wilayah untuk memudahkan dalam melakukan penanganan nantinya,” imbuhnya.

Selain itu kata Bupati, setiap surat dari pusat maupun provinsi terkait peringatan dini sudah disampaikan ke semua camat.

“Dan sebagai informasi tambahan bahwa Secara umum kita sudah lakukan langkah-langkah mulai dari pra, siaga, sampai status tanggap darurat bencana batingsor tersebut,” tambah Bupati.

Data yang sudah masuk hingga saat ini, sejumlah daerah yang mengalami banjir terjadi di 22 desa di 10 Kecamatan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Terkait penanganan dampak banjir kata Bupati, Pemerintah Daerah sejak banjir di bulan Agustus dan September pihaknya sudah memproses bantuan mengunakan beras cadangan pemerintah dan bantuan lainnya dari Pemda

“Sedangkan untuk banjir bulan Oktober 2022 kita masih menunggu data dukung dari pihak desa dan kecamatan dan selanjutnya bantuan akan kita serahkan dalam waktu dekat,” ucap Bupati.

Berdasarkan data tertanggal 10 Oktober 2022 / pukul 15:31 WIB, banjir melanda diantaranya Kecamatan Putussibau Utara, terjadi di Kelurahan Putussibau Kota, TMA 20 Cm, Kelurahan Hilir Kantor, TMA 30 Cm.

Kemudian di Kecamatan Putussibau Selatan Kelurahan Kedamin Hilir, TMA 60-100 Cm, Desa Tanjung Jati, TMA 40 Cm. Sedangkan di Kecamatan Kalis terjadi di Desa Nanga Kalis dan Desa Kalis Raya. Di Kecamatan Bika banjir merendam Desa Bika, TMA 30-40 Cm, Desa Nanga Manday, TMA 80 Cm, Desa Jongkong Manday, TMA 50-60 Cm, Desa Melapi Manday, TMA 50-60 Cm dan Desa Jelemuk, TMA 90 Cm.

Untuk di Kecamatan Mentebah banjir terjadi di DesaTanjung Intan 50 Cm, Desa Nanga Mentebah, 80 Cm, Desa Menarin, TMA 70 Cm, Desa Suka Maju, TMA 10-15 Cm, Kecamatan Boyan Tanjung, Desa Nanga Boyan, TMA 70 Cm dan Desa Teluk Geruguk, TMA 1-2 M.

Sedangkan di Kecamatan Bunut Hilir terjadi di Desa Bunut Hilir, di Kecamatan Silat Hilir banjir merendam Desa Nanga Silat, TMA 20 Cm, di Kecamatan Embaloh Hilir banjir merendam Desa Nanga Embaloh, TMA 50-100 Cm, Desa Nanga Palin, TMA 50-100 Cm. Sementara di Kecamatan Suhaid banjir merendam Desa Nanga Suhaid, TMA 5-10 CM.

Lebih lanjut Bupati Fransiskus Diaan menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kapuas Hulu sudah menetapkan status tanggap darurat Banjir mulai dari tanggal 31 Agustus 2022 sampai dengan 31 September 2022.

“Dan memperhatikan keadaan cuaca dan kondisi hujan pada saat ini maka status tersebut diperpanjang,” tuntas Fransiskus Diaan.